Sacha
inchi
press
-
cake
(
SIPC)
merupakan limbah pengepresan yang kaya akan
fraksi protein, namun pemanfaatannya saat ini masih terbatas sebagai pakan ternak bernilai ekonomi rendah. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh suhu
ekstraksi (25, 40, dan 55 °C) menggunakan
ultrasonic
-
assisted extraction
(UAE)
dibandingkan metode alkali konvensional (Non
-
UAE, 55 °C) terhadap perolehan,
kadar
protein, aktivitas antioksidan, sifat teknofungsional, karakteristik struktura
l
,
dan profil asam amino isolat protein SIPC. Ekstraksi dilakukan pada pH
11 selama
20 menit, dilanjutkan pengendapan isoelektrik pada pH 4,5. Data dianalisis
menggunakan ANOVA dan uji lanjut Tukey (p<0,05).
Perolehan protein UAE
meningkat seiring kenaikan suhu, dari 17,74% (25 °C) dan 18,96% (40 °C) menjadi
32,56% pada 55 °C, lebih tinggi dibanding Non
-
UAE (28,35%).
Kadar
protein
menunjukkan tren serupa, dari
32,81%
dan
36,97%
menjadi
78,09%
pada 55 °C,
lebih tinggi dibanding Non
-
UAE (
64,60%
). Sebaliknya, aktivitas antioksidan
DPPH tertinggi diperoleh pada suhu terendah (25 °C:
0,26
mg AAE/g)
,
kemudian
menurun pada 40 °C (
0,
22 mg AAE/g) dan 55 °C (
0,24
mg AAE/g)
, namun
seluruh
perlakuan UAE tetap unggul dibanding Non
-
UAE (
0,
15 mg AAE/g).
Nilai
WHC
dan OHC meningkat seiring kenaikan suhu akibat pelonggaran konformasi protein
(
partial unfolding
), dengan nilai tertinggi pada 55 °C (WHC 5,03 g/g; OHC 4,17
g/g) dibanding 25 °C (WHC 3,78 g/g; OHC 3,55 g/g). Analisis FTIR
menunjukkan
pelonggaran struktural pada UAE 55 °C, ditandai
dengan
transmitansi
yang
konsisten
tertinggi pada Amida I
,
II
,
dan III
.
Profil asam amino didominasi asam
glutamat (11,25 g/100 g protein) dan asam aspartat (10,04 g/100 g protein), dengan
asam amino esensial tertinggi berupa leusin (5,50 g/100 g protein)
dan
valin (4,50
g/100 g protein).
Secara keseluruhan, UAE pada 55 °C paling efektif meningkatkan
perolehan,
kadar
, dan sifat teknofungsional isolat protein SIPC
.
Perpustakaan Digital ITB