Sacha inchi (Plukenetia volubilis) press-cake merupakan produk samping
dari proses ekstraksi minyak nabati yang memiliki kadar protein tinggi, namun
pemanfaatannya masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi
pengaruh pH ekstraksi (7, 9, 10, dan 11) menggunakan metode Ultrasonic-Assisted
Extraction (UAE) terhadap perolehan, konsentrasi protein, sifat teknofungsional,
aktivitas antioksidan, struktur protein, dan profil asam amino isolat protein dari
SIPC, serta membandingkannya dengan ekstraksi alkali konvensional. Proses
ekstraksi dilakukan pada suhu 55°C selama 20 menit. Hasil karakterisasi bahan
baku menunjukkan SIPC memiliki kadar protein sebesar 41,54%. Penggunaan
metode UAE menunjukkan bahwa peningkatan pH berbanding lurus dengan
peningkatan perolehan dan kadar protein. Perlakuan UAE pada pH 11
menghasilkan perolehan tertinggi sebesar 33,0% dengan kadar protein mencapai
77,6%, lebih tinggi dibandingkan dengan metode alkali pada pH 11. Water holding
capacity (WHC) tertinggi diperoleh pada UAE pH 11 senilai 5,03 g/g, sedangkan
oil holding capacity (OHC) dan aktivitas antioksidan tertinggi dicapai pada
perlakuan UAE pH 9, yakni masing-masing sebesar 4,32 g/g dan 0,47 mg AAE/g
isolat. Hasil analisis struktur protein menunjukkan bahwa perbedaan pita serapan
pada UAE pH 11 mengindikasikan adanya perubahan dan pelonggaran konformasi
protein. Isolat protein hasil UAE pH 11 memiliki profil 18 asam amino lengkap
yang didominasi oleh asam glutamat (11,25 g/100 g), asam aspartat (10,04 g/100
g), dan arginin (8,12 g/100 g). Secara keseluruhan, metode UAE pada pH 11
merupakan perlakuan terbaik yang menghasilkan isolat protein sacha inchi dengan
perolehan dan kadar protein tertinggi, serta memiliki profil asam amino lengkap
dan sifat teknofungsional yang memadai untuk formulasi produk pangan
fungsional.
Perpustakaan Digital ITB