COVER Sakinah Nadhroh Kamilah
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 1 Sakinah Nadhroh Kamilah
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 2 Sakinah Nadhroh Kamilah
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 3 Sakinah Nadhroh Kamilah
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 4 Sakinah Nadhroh Kamilah
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 5 Sakinah Nadhroh Kamilah
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
PUSTAKA Sakinah Nadhroh Kamilah
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
Pencemaran lingkungan akibat penggunaan pewarna sintetik pada industri tekstil
seperti Methyl Orange (MO) mendorong perlunya adsorben yang efektif dan ramah
lingkungan. Aerogel merupakan salah satu material yang sangat potensial untuk
dijadikan sebagai adsorben karena memiliki daya penyerapan yang tinggi.
Penggunaan bahan berbasis biomassa seperti Microcrystalline Cellulose (MCC)
dan kitosan dalam pembuatan aerogel dapat menjadi alternatif yang ramah
lingkungan. Dalam aerogel, penambahan MCC dapat meningkatkan kekuatan
mekanik aerogel, sedangkan kitosan yang diikat silang dengan glutaraldehid (GA)
dapat meningkatkan pengikatan molekul adsorbat. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui pengaruh penambahan MCC terhadap karakteristik dan kinerja
adsorpsi aerogel MCC-Kitosan-GA (MCChGA) dengan variasi konsentrasi MCC
yang digunakan yaitu 1,5% w/v, 2% w/v, dan 3% w/v. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi MCC dapat meningkatkan densitas
serta menurunkan porositas aerogel MCChGA dengan rentang nilai densitas
sebesar 0,081 - 0,093 g/cm³ dan porositas sebesar 88,72 - 91,42%. Adapun
pengujian adsorpsi menunjukkan bahwa penambahan MCC tidak memberikan
pengaruh terhadap efisiensi adsorpsi. Kinetika adsorpsi aerogel MCChGA
mengikuti model Pseudo Second Order (PSO) dengan laju adsorpsi paling optimal
berada pada konsentrasi MCC 2% w/v dan kapasitas adsorpsi kesetimbangan relatif
sama pada setiap variasi MCC. Sementara itu, isoterm adsorpsi aerogel MCChGA
mengikuti model Temkin dengan nilai afinitas adsorpsi tertinggi diperoleh pada
variasi konsentrasi MCC 3% w/v, yaitu sebesar 0,333 L/g yang mengindikasikan
interaksi adsorben–adsorbat yang lebih kuat. Adapun kapasitas maksimum (qmax)
tertinggi berdasarkan pemodelan isoterm Langmuir diperoleh pada variasi
konsentrasi MCC 2% w/v, yaitu sebesar 257,22 mg/g. Secara keseluruhan, aeogel
dengan variasi MCC 2% w/v menunjukkan kinerja adsorpsi yang seimbang antara
laju dengan kapasitas maksimumnya sehingga berpotensi untuk dimanfaatkan
sebagai adsorben ramah lingkungan untuk menyerap polutan MO.
Perpustakaan Digital ITB