digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak - SABRINA MUTIARA GANI
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

Produktivitas dan mutu madu lebah tanpa sengat Heterotrigona itama dipengaruhi oleh kondisi lingkungan, termasuk tipe penggunaan lahan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh tipe penggunaan lahan terhadap produktivitas, kadar air, dan kadar abu madu H. itama di Kecamatan Tugumulyo, Kabupaten Musi Rawas. Penelitian dilakukan pada tiga tipe penggunaan lahan, yaitu perkebunan kelapa sawit, kebun campuran, dan pekarangan. Data dianalisis menggunakan uji ANOVA, uji Tukey HSD, dan analisis korelasi Pearson.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tipe penggunaan lahan berpengaruh sangat nyata terhadap produktivitas madu (p < 0,001). Lokasi kebun campuran menghasilkan produktivitas tertinggi dengan rata-rata 547,22 g/stup, berbeda nyata dibandingkan perkebunan kelapa sawit (194,11 g/stup) dan pekarangan (238,22 g/stup). Perbedaan tersebut diduga dipengaruhi oleh kombinasi keanekaragaman vegetasi yang lebih tinggi serta kondisi iklim mikro yang lebih stabil. Kadar air madu berkisar antara 28,37-31,63% dan seluruh sampel belum memenuhi persyaratan SNI 8664:2018 karena melebihi batas maksimum 27,5%. Sebaliknya, kadar abu berkisar antara 0,1747-0,2446% sehingga seluruh sampel memenuhi standar SNI. Perbedaan kadar abu antar lokasi juga signifikan (p = 0,021), dengan nilai tertinggi ditemukan pada lokasi yang memiliki keanekaragaman vegetasi paling tinggi. Penelitian ini menunjukkan bahwa tipe penggunaan lahan berperan penting dalam menentukan produktivitas dan sebagian karakteristik mutu madu H. itama. Pengelolaan budidaya pada lahan dengan vegetasi yang beragam dan kondisi iklim mikro yang stabil berpotensi meningkatkan produktivitas madu sekaligus mempertahankan mutu sesuai standar.