digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Pertumbuhan pesat layanan buy-now-pay-later (BNPL) atau paylater di Indonesia menimbulkan kekhawatiran terhadap perilaku kredit berisiko di kalangan konsumen muda, namun penelitian terdahulu sebagian besar berfokus pada faktor kognitif seperti literasi keuangan dan belum banyak menyoroti peran keluarga dalam membentuk perilaku tersebut. Penelitian ini menginvestigasi bagaimana sosialisasi keuangan keluarga secara eksplisit dan implisit memengaruhi perilaku kredit paylater berisiko pada mahasiswa sarjana, baik secara langsung maupun melalui efikasi diri finansial. Berlandaskan Theory of Planned Behavior, Family Financial Socialization Theory, dan Social Cognitive Theory, penelitian kuantitatif ini mengumpulkan data dari 146 mahasiswa pengguna paylater di Bandung melalui teknik purposive sampling, yang dianalisis menggunakan regresi hierarkis dan Hayes PROCESS Macro (Model 4). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sosialisasi keuangan keluarga implisit secara signifikan menurunkan perilaku kredit berisiko, sementara sosialisasi eksplisit menjadi tidak signifikan setelah efikasi diri finansial diperhitungkan. Kedua dimensi sosialisasi tersebut berpengaruh positif terhadap efikasi diri finansial, yang selanjutnya secara signifikan menekan perilaku kredit berisiko. Efikasi diri finansial memediasi secara parsial kedua hubungan tersebut. Temuan ini mengindikasikan bahwa keteladanan finansial orang tua memiliki pengaruh yang lebih kuat dan lebih langsung terhadap perilaku kredit mahasiswa dibandingkan nasihat verbal, dan bahwa memperkuat kepercayaan diri finansial mahasiswa dapat membantu menekan penggunaan paylater berisiko, dengan implikasi bagi keluarga, perguruan tinggi, dan kebijakan perlindungan konsumen keuangan.