Studi ini meneliti pengaruh ketidakpastian politik dan nilai tukar mata uang asing, serta kinerja pasar saham,
terhadap jumlah investasi portofolio di perekonomian Indonesia dari tahun 2016–2025. Secara khusus,
evolusi arus investasi portofolio bersih (arus bersih FPI) dianalisis dalam konteks tingkat dan volatilitas
risiko politik dan nilai tukar Rupiah. Penulis memberikan analisis empiris melalui pengenalan kerangka
kerja yang mengukur tingkat risiko politik di Indonesia dan variabilitas nilai tukar mata uang. Kami
berpendapat bahwa peningkatan tingkat risiko politik dan volatilitas nilai tukar mata uang asing memiliki
pengaruh negatif yang signifikan terhadap arus bersih FPI, sedangkan peningkatan imbal hasil pasar saham
memiliki pengaruh positif yang signifikan. Hasil studi ini mendorong investor internasional untuk
memprioritaskan indikator pasar jangka pendek daripada metrik kelembagaan untuk memanfaatkan siklus
pasar yang volatil dan mengoptimalkan posisi mereka di pasar modal Indonesia. Temuan studi ini mengajak
badan pengatur keuangan dan pembuat kebijakan Indonesia untuk menyediakan saluran komunikasi yang
mudah diakses dan transparan bagi investor internasional guna menjaga kepercayaan dan mencegah
kesenjangan informasi selama perubahan kebijakan, sehingga memengaruhi sensitivitas dan kemauan
investor asing untuk berinvestasi di Indonesia. Pendekatan penulis berfokus pada efek terhadap investasi
portofolio asing (literatur yang ada sebagian besar membahas investasi langsung asing) dalam periode
pengamatan terkini. Meskipun hasilnya mengkonfirmasi peran yang dimainkan oleh nilai tukar mata uang
dan pengembalian pasar saham dalam manajemen investasi portofolio internasional, hal ini memberikan
nuansa perubahan perilaku manajemen portofolio terhadap pasar Indonesia ketika menghadapi
ketidakpastian politik.
Kata kunci: Risiko politik, nilai tukar mata uang, indeks tata kelola dunia, investasi portofolio asing, pasar
saham, Indonesia
Perpustakaan Digital ITB