COVER - Prio Bahari Junior
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 1 - Prio Bahari Junior
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 2 - Prio Bahari Junior
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 3 - Prio Bahari Junior
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 4 - Prio Bahari Junior
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 5 - Prio Bahari Junior
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
DAFTAR PUSTAKA - Prio Bahari Junior
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
LAMPIRAN - Prio Bahari Junior
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Implan fiksasi tulang sementara berbasis logam memiliki keterbatasan berupa stress shielding dan kebutuhan operasi kedua. Seng (Zn) merupakan kandidat logam biodegradable dengan laju degradasi moderat, namun membutuhkan pemaduan dengan magnesium (Mg) untuk meningkatkan sifat mekaniknya. Pemaduan ini memicu pembentukan fasa intermetalik Mg2Zn11 yang berpotensi memicu korosi mikrogalvanik. Penelitian ini mengkaji sintesis fasa Mg2Zn11 melalui metalurgi serbuk (kompaksi dan sintering), perilaku elektrokimia Zn murni dan Paduan Zn-Mg secara individual maupun superimposisi Tafel, serta pengaruh rasio luas permukaan katoda/anoda (Ac/Aa) terhadap korosi galvanik dalam larutan Simulated Body Fluid (SBF) pada 37°C. Analisis XRD dan Rietveld refinement mengonfirmasi hasil sintering berupa paduan multifasa yang didominasi matriks ?-Zn (67,90 wt%) dengan fraksi Mg2Zn11 sebesar 21,5 wt%, sisa reaktan ?-Mg (9,40 wt%) dan fasa oksida MgO 1,1 wt%. Pengujian Tafel individual membuktikan Paduan Zn-Mg berperan sebagai anoda aktif (Ecorr)= -1,120 V vs. Ag/AgCl; laju korosi = 0,1815 mmpy) dan Zn murni sebagai katoda (Ecorr)= -0,848 V vs. Ag/AgCl; laju korosi = 0,0291 mmpy), dengan prediksi superimposisi mengestimasi laju korosi batas atas sebesar 0,709 mmpy. Pengujian Zero Resistance Ammetry (ZRA) pada rasio Ac/Aa 0,5:1 hingga 2:1 menunjukkan peningkatan laju korosi aktual secara linier-logaritmik dari 0,153 mmpy menjadi 0,394 mmpy. Ketimpangan rasio 2:1 memicu konsentrasi rapat arus anodik yang ekstrem, merubah morfologi Paduan Zn-Mg menjadi korosi sumuran terlokalisasi parah (severe localized pitting), serta mempercepat pelepasan ion Zn2+ dan Mg2+
yang memicu presipitasi produk korosi pada katoda Zn dengan fenomena optik interferensi film tipis.
Perpustakaan Digital ITB