Keberlanjutan telah menjadi isu penting di sektor perbankan karena lembaga
keuangan semakin diharapkan untuk tidak hanya mempertimbangkan kinerja
keuangan, tetapi juga aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG). Isu ini sangat
relevan bagi bank syariah, di mana nilai-nilai etika dan sosial sudah menjadi bagian
penting dari prinsip-prinsipnya. Namun, penelitian yang mengkaji bagaimana praktik
keberlanjutan memengaruhi reputasi bank dan kepercayaan nasabah di Indonesia
masih relatif terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji
pengaruh praktik keberlanjutan terhadap reputasi bank syariah di Indonesia dan
kepercayaan nasabah, serta untuk menilai apakah reputasi bank berperan sebagai
variabel mediasi dalam hubungan antara praktik keberlanjutan dan kepercayaan
nasabah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan menganalisis data
dengan metode Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM).
Data dikumpulkan melalui kuesioner daring dari 413 nasabah bank syariah di
Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik keberlanjutan memiliki
pengaruh positif dan signifikan terhadap kepercayaan nasabah serta berperan sebagai
variabel perantara parsial dalam hubungan antara praktik keberlanjutan dan
kepercayaan nasabah. Temuan ini mengindikasikan bahwa praktik keberlanjutan
dapat memainkan peran penting dalam memperkuat reputasi bank syariah dan
membangun kepercayaan yang lebih besar di kalangan nasabah. Dalam jangka
panjang, praktik keberlanjutan yang konsisten dapat mendukung daya saing dan
pertumbuhan bank syariah. Dari perspektif manajerial, bank syariah didorong untuk menjadikan keberlanjutan sebagai bagian dari prioritas strategis mereka sehingga
inisiatif keberlanjutan dapat berkontribusi baik terhadap reputasi institusi maupun
kepercayaan nasabah.
Kata Kunci: Praktik Keberlanjutan, Bank Syariah, Reputasi Bank, Kepercayaan
Pelanggan
Perpustakaan Digital ITB