digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Keberlanjutan telah menjadi isu penting di sektor perbankan karena lembaga keuangan semakin diharapkan untuk tidak hanya mempertimbangkan kinerja keuangan, tetapi juga aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG). Isu ini sangat relevan bagi bank syariah, di mana nilai-nilai etika dan sosial sudah menjadi bagian penting dari prinsip-prinsipnya. Namun, penelitian yang mengkaji bagaimana praktik keberlanjutan memengaruhi reputasi bank dan kepercayaan nasabah di Indonesia masih relatif terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh praktik keberlanjutan terhadap reputasi bank syariah di Indonesia dan kepercayaan nasabah, serta untuk menilai apakah reputasi bank berperan sebagai variabel mediasi dalam hubungan antara praktik keberlanjutan dan kepercayaan nasabah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan menganalisis data dengan metode Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Data dikumpulkan melalui kuesioner daring dari 413 nasabah bank syariah di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik keberlanjutan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kepercayaan nasabah serta berperan sebagai variabel perantara parsial dalam hubungan antara praktik keberlanjutan dan kepercayaan nasabah. Temuan ini mengindikasikan bahwa praktik keberlanjutan dapat memainkan peran penting dalam memperkuat reputasi bank syariah dan membangun kepercayaan yang lebih besar di kalangan nasabah. Dalam jangka panjang, praktik keberlanjutan yang konsisten dapat mendukung daya saing dan pertumbuhan bank syariah. Dari perspektif manajerial, bank syariah didorong untuk menjadikan keberlanjutan sebagai bagian dari prioritas strategis mereka sehingga inisiatif keberlanjutan dapat berkontribusi baik terhadap reputasi institusi maupun kepercayaan nasabah. Kata Kunci: Praktik Keberlanjutan, Bank Syariah, Reputasi Bank, Kepercayaan Pelanggan