Pengolahan anaerobik palm oil mill effluent (POME) berpotensi menghasilkan
biohidrogen sebagai sumber energi bersih, namun performa proses sangat
dipengaruhi ketersediaan trace element. Penelitian ini menganalisis pengaruh
penambahan nanopartikel Fe dan Co sebagai trace element terhadap produksi
biohidrogen serta parameter operasi proses anaerobik. Percobaan dilakukan pada
circulating bed reactor dengan volume kerja ± 5 L, pH 5,5–6,5, flushing N? 3
L/menit selama 15 menit, dan dioperasikan secara batch selama 48 jam pada suhu
25–27°C. Variasi konsentrasi Fe (0; 5; 10 mg/L) dan Co (0; 1; 2 mg/L)
dikombinasikan dalam beberapa reaktor dan dibandingkan dengan kontrol.
Parameter COD terlarut, pH, total asam volatil (TAV), dan biomassa (MLVSS)
dianalisis, serta kinetika pembentukan H? dimodelkan menggunakan model
Gompertz. Hasil menunjukkan bahwa penambahan nanopartikel meningkatkan
efisiensi degradasi bahan organik, ditandai oleh penurunan COD yang lebih tinggi
dibanding kontrol. Penurunan COD maksimum terjadi pada kombinasi Fe 5 mg/L
dan Co 1 mg/L dengan efisiensi 44,602%, sedangkan reaktor kontrol hanya
6,971%. Selama proses, pH juga menurun hingga 5,10–5,30 yang mengindikasikan
aktivitas fermentasi dan kecenderungan sistem menuju fase asidogenesis.
Berdasarkan uji ANOVA two-way, interaksi Fe–Co berpengaruh signifikan
terhadap COD, sementara Fe dan Co berpengaruh signifikan terhadap MLVSS;
namun pengaruh terhadap TAV tidak signifikan. Kombinasi Fe 5 mg/L dan Co 1
mg/L teridentifikasi sebagai kondisi optimum dengan produksi biohidrogen sebesar
8,95% v/v dan kecenderungan laju pembentukan hidrogen maksimum (Rm) yang
lebih tinggi serta lebih stabil dibanding kontrol berdasarkan pemodelan Gompertz.
Konsentrasi optimum selanjutnya digunakan untuk pengujian lanjutan pada POME
asli guna verifikasi pada kondisi yang lebih representatif.
Perpustakaan Digital ITB