Air gambut merupakan salah satu sumber air baku alternatif di Indonesia, namun
memiliki kandungan zat organik tinggi seperti asam humat yang dapat
menyebabkan fouling pada membran ultrafiltrasi polisulfon (PSF) yang bersifat
hidrofobik. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja membran
ultrafiltrasi PSF melalui modifikasi permukaan menggunakan grafena oksida (GO)
dan polidopamin (PDA) dengan metode pelapisan bertahap (sequential coating).
PDA digunakan sebagai lapisan perantara yang merekatkan GO pada permukaan
PSF. Hasil karakterisasi menunjukkan modifikasi GO-PDA berhasil meningkatkan
hidrofilisitas membran, ditandai dengan penurunan sudut kontak air dari 66,25°
pada PSF murni menjadi 38,14° pada variasi optimum. Selain itu, nilai rata-rata
zeta potensial komposit GO-PDA sebesar -16,1 mV memberikan sifat
elektronegatif yang mencegah penempelan molekul asam humat melalui tolakan
elektrostatik. Kinerja membran optimum dicapai pada variasi GO2PDA2
(konsentrasi GO 2 mg/mL dan PDA 2 mg/mL). Variasi ini terbukti mampu
meningkatkan permeabilitas membran secara signifikan dari 168,7 L/m2.jam.bar
menjadi 303 L/m2.jam.bar, serta menghasilkan fluks yang tinggi di kisaran 70–72
L/m2.jam. Berdasarkan profil fluks ternormalisasi (J/J0), membran modifikasi ini
juga mampu mempertahankan kestabilan laju fluks dengan sangat baik selama
pengoperasian, yang membuktikan ketahanannya terhadap penyumbatan
permanen. Pada pengujian filtrasi air gambut asli, variasi ini terbukti efektif dengan
nilai rejeksi kekeruhan sebesar 99,50%, rejeksi asam humat sebesar 88,53%, dan
intensitas warna sebesar 84,40%. Selain itu, membran ini mampu menurunkan
beban zat organik sebesar 62,60% (angka permanganat) dan Chemical Oxygen
Demand (COD) sebesar 36,69%, serta menetralkan pH air gambut dari 4,18
menjadi 5,93. Dapat disimpulkan bahwa modifikasi permukaan dengan GO-PDA
secara signifikan meningkatkan sifat hidrofilik, permeabilitas, kinerja anti-fouling,
dan efisiensi rejeksi membran PSF dalam pengolahan air gambut.
Perpustakaan Digital ITB