Abstrak -Cielo Callista Novansa
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Pengaruh Metode Perendaman Lumpur
dan Air Terhadap Sifat Mekanik Bambu Betung (Dendrocalamus asper).
Dibimbing oleh Yoyo Suhaya dan Ihak Sumardi.
Bambu betung (Dendrocalamus asper) merupakan material alami yang memiliki
potensi tinggi sebagai bahan konstruksi karena memiliki sifat mekanik yang baik
dan sebanding dengan kayu. Namun, bambu memiliki kelemahan berupa
kerentanan terhadap serangan organisme perusak sehingga diperlukan proses
pengawetan. Salah satu metode pengawetan tradisional yang umum digunakan
adalah perendaman dalam air dan lumpur. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis pengaruh metode perendaman terhadap sifat mekanik bambu betung
serta menentukan perlakuan perendaman yang menghasilkan sifat mekanik terbaik.
Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan tiga
perlakuan, yaitu kontrol, rendam air, dan rendam lumpur selama 6 bulan. Sampel
bambu dibedakan berdasarkan umur (muda dan tua) serta segmen batang (pangkal,
tengah, dan ujung). Parameter yang diamati meliputi Modulus of
Elasticity (MOE), Modulus of Rupture (MOR), dan kekuatan tarik sejajar serat.
Data dianalisis menggunakan ANOVA pada taraf kepercayaan 95%.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan perendaman tidak berpengaruh
nyata terhadap nilai MOE (p = 0,154), MOR (p = 0,065), dan kekuatan tarik sejajar
serat (p = 0,387). Nilai MOE bambu muda berada pada kisaran 5–11 GPa,
sedangkan bambu tua mencapai 15–21 GPa. Nilai MOR bambu muda berkisar
antara 40–90 MPa dan meningkat pada bambu tua hingga mencapai 170–220 MPa.
Sementara itu, nilai kekuatan tarik berada pada kisaran 280–350 MPa. Faktor umur
dan segmen batang memberikan pengaruh yang lebih nyata terhadap sifat mekanik
bambu dibandingkan perlakuan perendaman. Bambu tua menunjukkan performa
mekanik lebih tinggi dibandingkan bambu muda, sedangkan segmen tengah dan
ujung memiliki sifat mekanik lebih baik dibandingkan segmen pangkal. Perlakuan
rendam lumpur cenderung menghasilkan sifat mekanik yang lebih stabil
dibandingkan rendam air karena kondisi anaerob diduga mampu mempertahankan
integritas struktur lignoselulosa bambu.
Perpustakaan Digital ITB