Pertumbuhan pesat pada partisipasi Generasi Z dalam investasi cryptocurrency di Indonesia berlangsung
bersamaan dengan meningkatnya peran financial influencer, atau finfluencer, sebagai sumber utama
informasi investasi di media sosial. Penelitian ini menguji pengaruh kredibilitas sumber finfluencer dan Fear
of Missing Out (FOMO) terhadap minat investasi cryptocurrency pada Generasi Z di Indonesia, serta apakah
Digital Financial Literacy (DFL) memoderasi kedua hubungan tersebut. Penelitian ini menggunakan Source
Credibility Theory, Social Comparison Theory, dan Theory of Planned Behavior untuk mengintegrasikan
mekanisme informasional, emosional, dan kognitif dalam satu model. Pendekatan yang digunakan adalah
kuantitatif, dengan data primer dikumpulkan melalui kuesioner daring yang disebarkan kepada responden
berusia 18 hingga 29 tahun yang berdomisili di Indonesia, menggunakan media sosial, serta pernah melihat
atau mengikuti konten cryptocurrency dari finfluencer. Sebanyak 198 responden valid dianalisis
menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan SmartPLS 4.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kredibilitas sumber finfluencer berpengaruh positif dan signifikan
terhadap minat investasi cryptocurrency, dan FOMO juga berpengaruh positif dan signifikan dengan
pengaruh yang lebih kuat dibandingkan kredibilitas sumber. Sebaliknya, Digital Financial Literacy tidak
memoderasi kedua hubungan tersebut dan juga tidak menunjukkan pengaruh langsung terhadap minat
investasi. Model penelitian mampu menjelaskan 48,3 persen varians minat investasi dan memiliki daya
prediksi yang tinggi. Temuan ini mengindikasikan bahwa minat investasi Generasi Z lebih dibentuk oleh
mekanisme emosional dan sosial dibandingkan evaluasi informasi, dan bahwa literasi keuangan digital yang
dinilai sendiri oleh responden tidak melindungi investor muda dari kedua pengaruh tersebut. Hal ini
menunjukkan bahwa edukasi keuangan yang dirancang semata-mata sebagai transfer pengetahuan mungkin
belum memadai untuk menjawab perilaku investasi yang didorong oleh emosi.
Kata kunci: Finfluencer, Kredibilitas Sumber, Fear of Missing Out, Literasi Keuangan Digital, Minat
Investasi Cryptocurrency, Generasi Z.
Perpustakaan Digital ITB