digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak - Fathan Razyadi Satria
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

COVER - Fathan Razyadi Satria
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 1 - Fathan Razyadi Satria
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 2 - Fathan Razyadi Satria
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 3 - Fathan Razyadi Satria
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 4 - Fathan Razyadi Satria
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 5 - Fathan Razyadi Satria
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

DAFTAR PUSTAKA - Fathan Razyadi Satria
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

Komposit berpenguat serat alam dikembangkan sebagai alternatif material ringan, namun perbedaan sifat antara serat rami yang hidrofilik dan high impact polypropylene (HIPP) yang hidrofobik dapat menyebabkan kompatibilitas antarmuka serat–matriks yang kurang baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konsentrasi NaOH pada proses alkalisasi terhadap karakteristik serat rami quasi-unidirectional dan sifat tarik–impak komposit serat rami/HIPP, serta menentukan kondisi alkalisasi yang optimum. Serat rami diberi perlakuan NaOH dengan variasi konsentrasi 0%, 5%, 10%, 15%, dan 20% selama 168 jam pada temperatur sekitar 25 °C. Karakterisasi serat dilakukan melalui pengujian komposisi lignoselulosa metode Chesson–Datta, Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR), dan Scanning Electron Microscopy (SEM). Komposit difabrikasi menggunakan metode compression molding dengan fraksi volume serat 20% dan matriks 80%, kemudian diuji tarik mengacu pada ASTM D3039 dan diuji impak Charpy mengacu pada ISO 179. Hasil pengujian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi NaOH dari 0% hingga 20% meningkatkan kandungan selulosa dari 82,72% menjadi 93,96%, serta menurunkan hemiselulosa dari 9,21% menjadi 2,98% dan lignin dari 0,35% menjadi mendekati 0%. Hasil FTIR dan SEM menunjukkan berkurangnya komponen non-selulosa, pembersihan permukaan, dan keterbukaan fibril setelah alkalisasi, sedangkan pada konsentrasi 15–20% mulai terlihat indikasi kerusakan permukaan akibat perlakuan berlebih. Sifat mekanik komposit meningkat pada perlakuan 5% NaOH, kemudian menurun pada konsentrasi 10%, 15%, dan 20%. Kondisi 5% NaOH menghasilkan nilai tertinggi, yaitu kekuatan tarik 51,37 ± 5,06 MPa dan harga impak 28,63 ± 2,50 kJ/m². Penurunan pada konsentrasi yang lebih tinggi mengindikasikan terjadinya over-treatment dan kerusakan struktur serat