COVER Samuel Adrian Suwono
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 1 Samuel Adrian Suwono
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 2 Samuel Adrian Suwono
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 3 Samuel Adrian Suwono
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 4 Samuel Adrian Suwono
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 5 Samuel Adrian Suwono
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
PUSTAKA Samuel Adrian Suwono
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
Chlorella vulgaris merupakan mikroalga fotoautotrof dengan kapasitas sekuestrasi
CO? yang tinggi melalui proses fotosintesis. Efisiensi sekuestrasi ini sangat
dipengaruhi oleh keseimbangan nutrien dalam medium kultivasi, khususnya
nitrogen (N) dan fosfor (P). Nitrogen berperan dalam sintesis klorofil dan enzim
fiksasi karbon RuBisCO, sementara fosfor mengatur transfer energi melalui ATP
yang mendukung laju pembelahan sel dan aktivitas metabolisme fotosintesis.
Penambahan biochar sebagai fotokatalis dapat meningkatkan efisiensi transfer
elektron dalam rantai fotosintesis sehingga turut meningkatkan kapasitas fiksasi
karbon. Namun, penambahan biochar mengubah komposisi nutrien dalam medium
sehingga diperlukan optimasi konsentrasi nitrogen dan biochar secara simultan.
Hingga saat ini, optimasi kedua variabel tersebut secara bersamaan dalam sistem
kultivasi Chlorella vulgaris belum banyak dikaji, sehingga penelitian ini menjadi
relevan untuk dilakukan. Medium BG-11 dipilih sebagai basis kultivasi karena
terbukti mendukung laju pertumbuhan spesifik tertinggi pada Chlorella vulgaris
dibandingkan medium standar lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan
konsentrasi optimum nitrogen dan biochar dalam medium BG-11 terhadap
konsentrasi biomassa maksimum, laju peningkatan biomassa, dan laju sekuestrasi
CO? Chlorella vulgaris pada fotobioreaktor tubular vertikal 1L, serta memodelkan
kondisi optimum tersebut menggunakan pendekatan Response Surface
Methodology (RSM) dengan Box-Behnken Design (BBD). Kultivasi dilakukan
pada suhu 25°C, fotoperiode 16:8 jam (terang:gelap), intensitas cahaya 10.000 lux,
volume kerja 800 mL, laju aerasi 0,3 vvm, dan inokulum awal 10% (v/v) (10?
sel/mL). Konsentrasi NaNO? divariasikan pada 1; 1,6; dan 2,2 g/L, serta biochar
pada 0; 2; dan 20 ppm, sedangkan K?HPO? dijaga konstan pada 0,052 g/L sebagai
variabel kontrol. Berdasarkan hasil penelitian, biomassa maksimum dan laju
peningkatan biomassa paling dipengaruhi oleh konsentrasi nitrogen, dengan nilai
tertinggi diperoleh pada rentang NaNO? 1,3–1,9 g/L dan biochar masing-masing 5–
15 ppm dan 3–17 ppm. Laju sekuestrasi CO? juga paling dipengaruhi oleh
konsentrasi nitrogen, dengan nilai maksimum dicapai pada NaNO? 1,4–1,9 g/L dan
biochar 3–17 ppm. Kondisi optimum kultivasi C. vulgaris diperoleh pada
konsentrasi NaNO? 1,3 g/L dan biochar 8 ppm, dengan persamaan prediksi laju
sekuestrasi CO? y = ?0,102 + 0,609A + 0,0141C ? 0,188A² ? 0,00061C² ?
0,00132AC. Pada kondisi tersebut, biomassa maksimum, laju peningkatan
biomassa, dan laju sekuestrasi CO? yang dihasilkan berturut-turut sebesar 3,28 g/L;
0,23 g/L·hari; dan 0,43 g CO?/L·hari, meningkat masing-masing sebesar 21%, 21%,
dan 23% dibandingkan pengjuian pada medium BG-11 standar.
Perpustakaan Digital ITB