Perkembangan pesat media digital telah menyebabkan meningkatnya jumlah metode untuk
mempromosikan film, dengan komunikasi pemasaran melalui media sosial menjadi salah satu alat
utama untuk melibatkan audiens Generasi Z di Indonesia. Dalam hal ini, penelitian ini bertujuan
untuk mengukur pengaruh tiga variabel komunikasi pemasaran media sosial, yaitu Pemasaran
Influencer (X1), Kreativitas Konten (X2), dan Electronic Word of Mouth/e-WOM (X3), terhadap
minat Generasi Z dalam menonton film-film lokal Indonesia (Y). Dengan desain penelitian
kuantitatif, data diperoleh melalui kuesioner terstruktur berskala Likert yang dibagikan kepada
anggota Generasi Z di Indonesia dan berhasil mengumpulkan 139 jawaban yang valid. Uji asumsi
klasik menunjukkan adanya enam kasus outlier yang dikecualikan melalui analisis boxplot.
Dengan demikian, kumpulan data terdiri dari data 133 responden yang dianalisis menggunakan
analisis Regresi Linier Berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil analisis
menunjukkan bahwa ketiga variabel independen tersebut secara positif dan signifikan
memengaruhi minat Generasi Z dalam menonton film lokal, dengan koefisien tertinggi dimiliki
oleh e-WOM (? = 0,387), diikuti oleh Kreativitas Konten (? = 0,199), dan terakhir oleh Pemasaran
Influencer (? = 0,167). Ketiga variabel tersebut menjelaskan 33,2% varians dalam minat menonton
(R² = 0,332). Hasil yang disebutkan di atas menunjukkan bahwa faktor yang paling berpengaruh
terhadap pilihan hiburan Generasi Z adalah promosi dari mulut ke mulut secara digital yang
didorong oleh teman sebaya, diikuti oleh nilai kreatif dari promosi tersebut serta kredibilitas
influencer. Hal ini dapat menjadi wawasan berharga bagi para pemasar film yang ingin menyusun
strategi media sosial yang efektif untuk menjangkau audiens Generasi Z di Indonesia.
Keywords: Pemasaran Media Sosial, Film Lokal indonesia, Gen Z di Indonesia, Minat Pelanggam,
Pemasaran Influencer, Word of Mouth Elektronik, Kreativitas Konten
Perpustakaan Digital ITB