digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Perkembangan pesat media digital telah menyebabkan meningkatnya jumlah metode untuk mempromosikan film, dengan komunikasi pemasaran melalui media sosial menjadi salah satu alat utama untuk melibatkan audiens Generasi Z di Indonesia. Dalam hal ini, penelitian ini bertujuan untuk mengukur pengaruh tiga variabel komunikasi pemasaran media sosial, yaitu Pemasaran Influencer (X1), Kreativitas Konten (X2), dan Electronic Word of Mouth/e-WOM (X3), terhadap minat Generasi Z dalam menonton film-film lokal Indonesia (Y). Dengan desain penelitian kuantitatif, data diperoleh melalui kuesioner terstruktur berskala Likert yang dibagikan kepada anggota Generasi Z di Indonesia dan berhasil mengumpulkan 139 jawaban yang valid. Uji asumsi klasik menunjukkan adanya enam kasus outlier yang dikecualikan melalui analisis boxplot. Dengan demikian, kumpulan data terdiri dari data 133 responden yang dianalisis menggunakan analisis Regresi Linier Berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil analisis menunjukkan bahwa ketiga variabel independen tersebut secara positif dan signifikan memengaruhi minat Generasi Z dalam menonton film lokal, dengan koefisien tertinggi dimiliki oleh e-WOM (? = 0,387), diikuti oleh Kreativitas Konten (? = 0,199), dan terakhir oleh Pemasaran Influencer (? = 0,167). Ketiga variabel tersebut menjelaskan 33,2% varians dalam minat menonton (R² = 0,332). Hasil yang disebutkan di atas menunjukkan bahwa faktor yang paling berpengaruh terhadap pilihan hiburan Generasi Z adalah promosi dari mulut ke mulut secara digital yang didorong oleh teman sebaya, diikuti oleh nilai kreatif dari promosi tersebut serta kredibilitas influencer. Hal ini dapat menjadi wawasan berharga bagi para pemasar film yang ingin menyusun strategi media sosial yang efektif untuk menjangkau audiens Generasi Z di Indonesia. Keywords: Pemasaran Media Sosial, Film Lokal indonesia, Gen Z di Indonesia, Minat Pelanggam, Pemasaran Influencer, Word of Mouth Elektronik, Kreativitas Konten