digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Asuransi jiwa joint-life merupakan produk asuransi jiwa yang melibatkan dua tertanggung atau lebih, dengan manfaat dibayarkan ketika salah satu tertanggung meninggal dunia. Dalam praktik aktuaria, perhitungan premi dan cadangan umumnya didasarkan pada asumsi bahwa sisa waktu hidup antar tertanggung bersifat saling bebas. Namun, pada kasus pasangan suami-istri, asumsi tersebut belum tentu sepenuhnya terpenuhi karena keduanya dapat memiliki ketergantungan akibat adanya faktor risiko bersama. Tugas akhir ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tingkat ketergantungan pasangan suami-istri terhadap premi dan cadangan asuransi jiwa joint-life menggunakan model Copula Archimedean. Sebaran marginal laju kematian laki-laki dan perempuan dimodelkan berdasarkan Tabel Mortalitas Penduduk Indonesia 2023 melalui mixed model Gompertz, Makeham, dan Weibull, kemudian struktur ketergantungan pasangan dibangun menggunakan beberapa model Copula Archimedean, yaitu Copula Gumbel dan Copula Clayton, lalu dievaluasi untuk memperoleh model yang paling sesuai. Selanjutnya, premi dan cadangan dihitung menggunakan studi kasus untuk beberapa kombinasi usia, masa pertanggungan, dan tingkat ketergantungan yang direpresentasikan oleh Kendall’s tau dan diperoleh bahwa semakin tinggi tingkat ketergantungan antara pasangan suami-istri, semakin kecil nilai premi dan cadangan yang harus dibentuk.