Masalah keinginan karyawan untuk keluar dari organisasi merupakan salah satu tantangan utama dalam manajemen sumber daya manusia, terutama dalam upaya mempertahankan talenta dan menciptakan lingkungan kerja yang stabil. Berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa keterikatan karyawan dan kepuasan kerja merupakan dua faktor utama yang dapat mempengaruhi keputusan karyawan untuk bertahan atau keluar dari tempat kerja. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kedua variabel tersebut terhadap turnover intention, dengan mempertimbangkan dimensi-dimensi penting seperti kondisi keterikatan, opinion engagement, perilaku keterikatan, pengembangan karir, lingkungan kerja, hubungan karyawan dengan manajemen, serta kompensasi dan benefit. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif sebagai metode utama dengan mengadopsi Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Alat ini dipilih karena kemampuannya dalam menganalisis hubungan kausalitas yang kompleks antara variabel laten. Data dikumpulkan dengan menyebarkan kuesioner kepada karyawan di sektor tertentu, kemudian dianalisis menggunakan indikator validitas dan reliabilitas seperti nilai outer loading, Average Variance Extracted (AVE), dan Heterotrait-Monotrait Ratio (HTMT). Selain itu, dilakukan pengujian hipotesis untuk mengetahui pengaruh masing-masing dimensi terhadap turnover intention.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak semua dimensi employee engagement berpengaruh signifikan terhadap turnover intention. Dimensi seperti opinion engagement tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan, hal ini menunjukkan bahwa meskipun karyawan merasa didengarkan, namun hal tersebut belum tentu cukup kuat untuk membuat mereka bertahan dalam organisasi. Namun, dimensi engagement behavior terbukti berpengaruh signifikan, hal ini menunjukkan bahwa perilaku aktif dan partisipatif karyawan dalam bekerja merupakan determinan utama loyalitas karyawan. Sedangkan dimensi kepuasan kerja seperti pengembangan karir, lingkungan kerja, dan hubungan karyawan dengan pimpinan berpengaruh signifikan terhadap turnover intention. Karyawan yang merasa terhambat dalam pengembangan karirnya atau kurangnya dukungan dari lingkungan kerja cenderung memiliki keinginan yang lebih tinggi untuk keluar dari organisasi. Hasil ini didukung oleh literatur seperti Kundu & Gahlawat (2016) yang menekankan pentingnya lingkungan kerja yang kondusif dalam meningkatkan kepuasan kerja dan menurunkan turnover intention. Untuk memperkaya analisis kuantitatif, disisipkan pendekatan kualitatif melalui wawancara terbuka dengan sejumlah responden terpilih. Tujuannya adalah untuk mengeksplorasi secara mendalam persepsi dan motivasi karyawan yang tidak dapat sepenuhnya terwakili oleh data statistik.
Metode campuran ini membantu memperkuat validitas hasil dan menawarkan perspektif yang lebih komprehensif tentang masalah turnover intention. Studi ini memberikan kontribusi teoritis dan praktis untuk pengembangan strategi manajemen SDM. Secara teoritis, studi ini memperluas pemahaman tentang dimensi spesifik keterlibatan dan kepuasan kerja dalam memengaruhi turnover intention. Secara praktis, hasil studi dapat digunakan sebagai dasar bagi organisasi untuk merancang solusi bisnis yang ditargetkan, seperti memperjelas jalur karier, meningkatkan kualitas komunikasi manajemen, menciptakan lingkungan kerja yang inklusif, dan mendorong keterlibatan karyawan secara aktif dalam pengambilan keputusan. Implikasi manajerial yang ditawarkan meliputi kebutuhan organisasi untuk tidak hanya berfokus pada kompensasi saja, tetapi juga memperhatikan aspek non-finansial seperti pengakuan, dukungan superior, dan peluang untuk pertumbuhan karier yang berkelanjutan. Rekomendasi implementasi dalam studi ini diformulasikan dalam bentuk solusi bisnis yang dilengkapi dengan tahapan implementasi dan evaluasi yang sistematis untuk memastikan keberlanjutan dampaknya. Dengan menggabungkan pendekatan kuantitatif dan kualitatif, penelitian ini diharapkan mampu memberikan kontribusi yang komprehensif dalam memahami dan mengatasi permasalahan turnover intention di lingkungan kerja modern.
Perpustakaan Digital ITB