digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak
PUBLIC Open In Flipbook Nugi Nugraha

Limbah cair peternakan berpotensi menyebabkan eutrofikasi perairan sekaligus menyimpan potensi besar untuk pemulihan nutrien (nutrient recovery). Penelitian ini bertujuan mengevaluasi dan mengoptimalkan pemulihan nutrien menjadi kristal struvite (?"MgNH" ?_4 ?"PO" ?_4?6"H" _2 "O" ) sebagai pupuk slow-release melalui metode elektrokoagulasi menggunakan anoda magnesium alloy AZ31B. Variabel operasional yang diuji meliputi jenis rangkaian elektroda (Monopolar Paralel [MP-P], Monopolar Seri [MP-S], dan Bipolar Seri [BP-S]), jenis katoda (stainless steel, AZ31B, dan grafit), serta jarak antarelektroda (1, 2, 3, dan 4 cm). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rangkaian Monopolar Paralel (MP-P) merupakan konfigurasi terbaik karena menghasilkan kemurnian struvite tertinggi (31,49%) dan konsumsi energi paling hemat (31,71 Wh; efisiensi energi 612,33 mg/Wh) dibandingkan MP-S dan BP-S. Katoda stainless steel memberikan performa terbaik pada pengujian jenis katoda dengan kemurnian struvite 36,13%, penyisihan ortofosfat 94,77%, serta konsumsi energi terendah (14,61 Wh; 1.611,28 mg/Wh). Sementara itu, jarak antarelektroda 1 cm memberikan laju penyisihan ortofosfat awal tercepat dan konsumsi energi paling hemat (0,06 Wh; 1.681,42 mg/Wh) dengan penyisihan ortofosfat akhir 94,90%. Karakterisasi presipitat menggunakan FTIR mengonfirmasi keberadaan gugus fungsi khas struvite ("O-H/N-H" , "H-O-H" , "N-H" , dan ?"PO" ?_4^(3-)). Analisis SEM menunjukkan morfologi kristal prismatik memanjang berbentuk jarum (rod-needle-like) yang mengindikasikan presipitasi kimiawi murni. Analisis XRD mengonfirmasi struvite sebagai fasa kristalin tunggal dominan (kecocokan 100%) dengan derajat kristalinitas 86,6%. Kombinasi MP-P, katoda stainless steel, dan jarak 1 cm terbukti paling efisien dalam penyisihan nutrien dan pembentukan struvite dengan konsumsi energi minimal.