digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Government Support terhadap Competitive Advantage melalui peran mediasi Entrepreneurial Orientation pada Industri Kecil dan Menengah (IKM). Government Support dalam penelitian ini dibedakan menjadi dukungan finansial dan non-finansial, sementara Entrepreneurial Orientation diukur melalui tiga dimensi utama, yaitu innovativeness, proactiveness, dan risk-taking. Competitive Advantage diukur melalui dua pendekatan, yaitu cost-based dan differentiation-based. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 176 pelaku IKM Jawa Barat. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan pemerintah yang bersifat non-finansial memiliki pengaruh signifikan terhadap seluruh dimensi Entrepreneurial Orientation, sedangkan dukungan finansial tidak berpengaruh signifikan. Entrepreneurial Orientation terbukti berperan penting dalam menciptakan Competitive Advantage, meskipun pengaruhnya berbeda pada setiap dimensi. Dimensi Innovativeness ditemukan berpengaruh hanya pada dimensi Differentiation-based, dimensi Proactiveness berpengaruh pada kedua dimensi Competitive Advantage, dan dimensi Cost-based Competitive Advantage. Selain itu, tidak ditemukan pengaruh langsung Government Support terhadap Competitive Advantage. Namun, ditemukan adanya pengaruh tidak langsung melalui Entrepreneurial Orientation pada dukungan non-finansial, yang menunjukkan pola mediasi penuh. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis dengan memperkuat peran Entrepreneurial Orientation sebagai mekanisme kunci dalam mentransformasikan dukungan pemerintah menjadi keunggulan kompetitif. Secara praktis, hasil penelitian ini memberikan implikasi bahwa kebijakan pengembangan IKM perlu difokuskan pada penguatan kapasitas dan kapabilitas kewirausahaan, bukan hanya pada pemberian bantuan finansial.