digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Meningkatnya ketegangan geopolitik global pada masa saat ini, seperti perang dagang AS-China, perang Rusia-Ukraina, dan konflik di Timur Tengah, menciptakan tantangan yang signifikan bagi Perusahaan multinasional, khususnya sektor Fast Moving Consumer Goods (FMCG) yang bergantung pada pergerakan barang lintas dunia. Unilever, yang beroperasi di lebih dari 190 negara, menjadi contoh dari kerentanan ini, namun sejauh mana dinamika geopolitik tersebut mempengaruhi operasional Perusahaan di tingkat nasional, serta bagaimana perusahaan beradaptasi, belum bisa dipahami. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak perubahan geopolitik dunia terhadap operasional dan kinerja Unilever Indonesia, serta mengkaji strategi adaptif yang digunakan Perusahaan sebagai respons. Penelitian ini menyimpulkan bahwa eksposur geopolitik Unilever Indonesia tidak merata dibandingkan peristiwa yang dikaji, dengan dampak paling signifikan yang terdokumentasi bersifat reputasional dan berasal dari sisi permintaan, sementara strategi adaptif perusahaan lebih berorientasi pada resiko biaya dan structural, sehingga menunjukkan adanya asimetri antara sifat dampak dan sifat respons diberikan.