COVER Muhammad Fadhilah Akbar
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 1 Muhammad Fadhilah Akbar
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 2 Muhammad Fadhilah Akbar
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 3 Muhammad Fadhilah Akbar
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 4 Muhammad Fadhilah Akbar
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 5 Muhammad Fadhilah Akbar
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
PUSTAKA Muhammad Fadhilah Akbar
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
Cascara dari kopi excelsa (Coffea liberica var. dewevrei) merupakan produk
samping pengolahan kopi yang melimpah, tetapi belum dimanfaatkan secara
optimal di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh waktu
fermentasi menggunakan Symbiotic Culture of Bacteria and Yeast (SCOBY)
selama 0, 1, 2, 3, 4, 5, dan 6 hari terhadap profil keasaman, kandungan senyawa
bioaktif, serta bioaktivitas kombucha berbasis cascara dari kopi excelsa. Metode
penelitian meliputi preparasi seduhan cascara 20 g/L dengan gula 50 g/L,
inokulasi SCOBY 25 g/L (laju pertumbuhan spesifik 0,40 g/L-hari), dan
fermentasi pada suhu ruang (25 ?C). Hasil penelitian menunjukkan peningkatan
waktu fermentasi menyebabkan penurunan pH hingga mencapai 3,67 ± 0,05 serta
peningkatan kadar asam total menjadi 0,38 ± 0,05 g/100 mL pada hari ke-6. Pada
akhir fermentasi, kandungan senyawa bioaktif berupa total phenolic content
(TPC) mencapai 895,60 ± 34,14 µg GAE/mL, total flavonoid content (TFC)
sebesar 19,13 ± 0,22 µg QE/mL, dan konsentrasi asam askorbat sebesar 0,11 ±
0,01 mg/mL. Aktivitas antioksidan menunjukkan stabilitas dengan nilai DPPH
(IC50) sebesar 207,04 ± 3,28 mL/L dan FRAP sebesar 11,81 ± 1,06 mM FeSO4.
Aktivitas antibakteri terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus baru
terdeteksi pada hari ke-6 dengan konsentrasi hambat minimum (KHM) sebesar
500 µL/mL. Aktivitas antiinflamasi (IC50) pada hari ke-6 tercatat sebesar
28,184.40 ± 3,176.22 ppm. Dapat disimpulkan bahwa fermentasi selama 6 hari
efektif meningkatkan keasaman, TPC, dan aktivitas antibakteri, sekaligus
mempertahankan TFC, asam askorbat, serta kapasitas antioksidan dan
antiinflamasi dari kombucha berbasis cascara kopi excelsa.
Perpustakaan Digital ITB