Literasi keuangan di Indonesia terus meningkat selama lebih dari satu dekade terakhir,
dengan orang dewasa yang bekerja mencatatkan skor di atas rata-rata nasional. Namun,
perilaku keuangan mereka menunjukkan hal yang berbeda, seiring dengan meningkatnya
jumlah masyarakat yang tabungannya tidak sesuai dengan rencana sepanjang tahun 2025.
Mengetahui apa yang seharusnya dilakukan terhadap uang, ternyata tidak selalu berarti
benar-benar menerapkannya pada perilaku sehari-hari. Penelitian ini meneliti apakah
pengetahuan keuangan, etika uang, dan preferensi waktu memengaruhi perilaku
keuangan pada orang dewasa yang bekerja di Indonesia, serta apakah sikap keuangan
berperan menghubungkan pengaruh tersebut terhadap perilaku. Penelitian ini
menggunakan pendekatan kuantitatif dengan 203 respons valid yang dianalisis
menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) melalui
SmartPLS 4. Hasil penelitian menegaskan bahwa pengetahuan keuangan tidak memiliki
pengaruh yang signifikan terhadap perilaku, baik secara langsung maupun melalui sikap.
Preferensi waktu, sebaliknya, terbukti menjadi prediktor terkuat terhadap sikap keuangan,
yang kemudian menyalurkan pengaruh sikap tersebut terhadap perilaku, sehingga
mengonfirmasi adanya jalur mediasi yang signifikan. Di antara dimensi etika uang,
pandangan bahwa uang perlu dianggarkan dengan cermat terbukti menjadi pengaruh kuat
terhadap perilaku. Temuan ini menunjukkan bahwa perilaku keuangan pada orang dewasa
yang bekerja lebih dipengaruhi oleh orientasi psikologis dibandingkan pengetahuan
semata, sehingga program literasi keuangan saja tidak cukup efektif apabila tidak turut
diiringi dengan cara seseorang memandang waktu dan uang.
Kata Kunci: Pengetahuan Keuangan, Etika Uang, Preferensi Waktu, Sikap Keuangan,
Perilaku Keuangan, Pls-Sem, Pekerja Dewasa di Indonesia
Perpustakaan Digital ITB