digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Literasi keuangan di Indonesia terus meningkat selama lebih dari satu dekade terakhir, dengan orang dewasa yang bekerja mencatatkan skor di atas rata-rata nasional. Namun, perilaku keuangan mereka menunjukkan hal yang berbeda, seiring dengan meningkatnya jumlah masyarakat yang tabungannya tidak sesuai dengan rencana sepanjang tahun 2025. Mengetahui apa yang seharusnya dilakukan terhadap uang, ternyata tidak selalu berarti benar-benar menerapkannya pada perilaku sehari-hari. Penelitian ini meneliti apakah pengetahuan keuangan, etika uang, dan preferensi waktu memengaruhi perilaku keuangan pada orang dewasa yang bekerja di Indonesia, serta apakah sikap keuangan berperan menghubungkan pengaruh tersebut terhadap perilaku. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan 203 respons valid yang dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) melalui SmartPLS 4. Hasil penelitian menegaskan bahwa pengetahuan keuangan tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perilaku, baik secara langsung maupun melalui sikap. Preferensi waktu, sebaliknya, terbukti menjadi prediktor terkuat terhadap sikap keuangan, yang kemudian menyalurkan pengaruh sikap tersebut terhadap perilaku, sehingga mengonfirmasi adanya jalur mediasi yang signifikan. Di antara dimensi etika uang, pandangan bahwa uang perlu dianggarkan dengan cermat terbukti menjadi pengaruh kuat terhadap perilaku. Temuan ini menunjukkan bahwa perilaku keuangan pada orang dewasa yang bekerja lebih dipengaruhi oleh orientasi psikologis dibandingkan pengetahuan semata, sehingga program literasi keuangan saja tidak cukup efektif apabila tidak turut diiringi dengan cara seseorang memandang waktu dan uang. Kata Kunci: Pengetahuan Keuangan, Etika Uang, Preferensi Waktu, Sikap Keuangan, Perilaku Keuangan, Pls-Sem, Pekerja Dewasa di Indonesia