digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Efisiensi formula surfaktan dalam proses Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR) dapat dievaluasi melalui kemampuan sistem mikroemulsi dalam melarutkan minyak dan air, yang direpresentasikan oleh solubilization ratio (SR). Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh variasi konsentrasi cosolvent dan salinitas terhadap pembentukan mikroemulsi fase tengah (Winsor Type III) pada sistem surfaktan anionik campuran sulfonated-carboxylated di dua kondisi reservoir berbeda. Studi ini bersifat kuantitatif dan menggunakan data sekunder hasil pengujian laboratorium PT Pertamina Hulu Rokan. Evaluasi dilakukan melalui uji phase behavior (salinity scan) dan perhitungan SR dengan parameter tetap berupa konsentrasi surfaktan, jenis cosolvent, rasio minyak-air, dan waktu inkubasi, sementara konsentrasi cosolvent EGBE dan salinitas divariasikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi cosolvent menggeser optimum salinity ke nilai yang lebih tinggi, namun tidak menghasilkan peningkatan SR secara linier. Lapangan A (60°C) mencapai optimum salinity pada kisaran 1,85% dengan SR maksimum 32, sedangkan Lapangan B (85°C) menunjukkan optimum salinity yang lebih rendah, yaitu 1,30%, dengan kebutuhan cosolvent yang lebih kecil. Formula dengan SR optimum berkorelasi dengan pembentukan mikroemulsi Winsor Type III yang stabil dan cepat. Temuan ini menegaskan bahwa desain formula CEOR harus didasarkan pada keseimbangan parameter dan kesesuaian kondisi reservoir.