Efisiensi formula surfaktan dalam proses Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR)
dapat dievaluasi melalui kemampuan sistem mikroemulsi dalam melarutkan minyak
dan air, yang direpresentasikan oleh solubilization ratio (SR). Penelitian ini bertujuan
mengevaluasi pengaruh variasi konsentrasi cosolvent dan salinitas terhadap
pembentukan mikroemulsi fase tengah (Winsor Type III) pada sistem surfaktan anionik
campuran sulfonated-carboxylated di dua kondisi reservoir berbeda. Studi ini bersifat
kuantitatif dan menggunakan data sekunder hasil pengujian laboratorium PT Pertamina
Hulu Rokan. Evaluasi dilakukan melalui uji phase behavior (salinity scan) dan
perhitungan SR dengan parameter tetap berupa konsentrasi surfaktan, jenis cosolvent,
rasio minyak-air, dan waktu inkubasi, sementara konsentrasi cosolvent EGBE dan
salinitas divariasikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi
cosolvent menggeser optimum salinity ke nilai yang lebih tinggi, namun tidak
menghasilkan peningkatan SR secara linier. Lapangan A (60°C) mencapai optimum
salinity pada kisaran 1,85% dengan SR maksimum 32, sedangkan Lapangan B (85°C)
menunjukkan optimum salinity yang lebih rendah, yaitu 1,30%, dengan kebutuhan
cosolvent yang lebih kecil. Formula dengan SR optimum berkorelasi dengan
pembentukan mikroemulsi Winsor Type III yang stabil dan cepat. Temuan ini
menegaskan bahwa desain formula CEOR harus didasarkan pada keseimbangan
parameter dan kesesuaian kondisi reservoir.
Perpustakaan Digital ITB