Krisis pemanasan global mendorong pengembangan energi bersih berbasis biomassa
yang sekaligus mampu menangkap karbon. Penelitian ini menganalisis pengaruh kalsit
(CaCO?) sebagai sorben CO? dalam Chemical Looping Gasification (CLG) Tandan
Kosong Sawit (TKS). Eksperimen dilakukan pada reaktor unggun tetap dengan variasi
temperatur (500–700 °C) dan rasio kalsit terhadap biomassa/K-B (0–200%),
menggunakan gas pembawa nitrogen 50 mL/menit. Kalsit dikalsinasi terlebih dahulu
menjadi CaO sebelum digunakan. Hasil menunjukkan penambahan kalsit hingga rasio
K/B 100% meningkatkan fraksi H? hingga maksimum 14% (700 °C) melalui
penyerapan CO? in-situ, namun rasio 200% justru menurunkan perolehan hidrogen
absolut akibat keterbatasan kontak antar-fasa. Sebaliknya, CCE dan pengurangan CO?
terus meningkat dengan rasio kalsit, mencapai 42,99% dan 23,22% pada K/B 200%.
Optimasi RSM menunjukkan kondisi terbaik pada 681,82 °C dan K/B 2,0 (desirability
0,6564). Evaluasi siklus kalsit menunjukkan derajat aktivasi 93,56% dan regenerasi
57,68% pada siklus pertama, dengan reaktivitas yang diproyeksikan masih ekonomis
hingga sekitar empat siklus. Penelitian ini membuktikan kalsit berpotensi sebagai
sorben CO? yang murah dan efektif untuk CLG berbasis TKS, meski masih terdapat
keterbatasan metodologis pada sistem pasokan agen gasifikasi yang perlu diperbaiki ke
depannya.
Perpustakaan Digital ITB