digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Krisis pemanasan global mendorong pengembangan energi bersih berbasis biomassa yang sekaligus mampu menangkap karbon. Penelitian ini menganalisis pengaruh kalsit (CaCO?) sebagai sorben CO? dalam Chemical Looping Gasification (CLG) Tandan Kosong Sawit (TKS). Eksperimen dilakukan pada reaktor unggun tetap dengan variasi temperatur (500–700 °C) dan rasio kalsit terhadap biomassa/K-B (0–200%), menggunakan gas pembawa nitrogen 50 mL/menit. Kalsit dikalsinasi terlebih dahulu menjadi CaO sebelum digunakan. Hasil menunjukkan penambahan kalsit hingga rasio K/B 100% meningkatkan fraksi H? hingga maksimum 14% (700 °C) melalui penyerapan CO? in-situ, namun rasio 200% justru menurunkan perolehan hidrogen absolut akibat keterbatasan kontak antar-fasa. Sebaliknya, CCE dan pengurangan CO? terus meningkat dengan rasio kalsit, mencapai 42,99% dan 23,22% pada K/B 200%. Optimasi RSM menunjukkan kondisi terbaik pada 681,82 °C dan K/B 2,0 (desirability 0,6564). Evaluasi siklus kalsit menunjukkan derajat aktivasi 93,56% dan regenerasi 57,68% pada siklus pertama, dengan reaktivitas yang diproyeksikan masih ekonomis hingga sekitar empat siklus. Penelitian ini membuktikan kalsit berpotensi sebagai sorben CO? yang murah dan efektif untuk CLG berbasis TKS, meski masih terdapat keterbatasan metodologis pada sistem pasokan agen gasifikasi yang perlu diperbaiki ke depannya.