Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan manajemen pasokan Biodiesel berdasarkan parameter yang mempengaruhi proses suplai Biodisel di PT Pertamina Patra Niaga dengan menggunakan pengambilan keputusan strategis. Penelitian ini membahas tantangan yang dihadapi oleh PT Pertamina Patra Niaga dalam proses suplai Biodiesel dari mulai pengiriman oleh produsen, hingga diterima di Terminal BBM, termasuk regulasi yang menentukan kerangka pengambilan keputusan untuk mendapatkan prioritas manajemen pasokan Biodiesel yang optimal. Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) digunakan untuk mengevaluasi kriteria yang mempengaruhi optimalnya manajemen pasokan Biodiesel, termasuk Kesiapan Infrasturktur, Ketahanan Gangguan Pasokan, dan Kepatuhan terhadap Regulasi dan Mandat. Lima belas orang responden dari pemangku kepentingan internal dan eksternal terlibat menentukan prioritas dari setiap kriteria dan alternatif dalam mencapai manajemen pasokan Biodiesel yang optimal. Hasil AHP menunjukkan bahwa Ketahanan Gangguan Pasokan (53,22%) dan Kesiapan Infrastruktur (31,95%) adalah kriteria yang paling berpengaruh dalam pengambilan keputusan. Sementara itu, paket stok cadangan terintegrasi dan ketahanan persediaan (48,28%) adalah strategi yang paling penting dalam pasokan Biodiesel di PT Pertamina Patra Niaga. Dengan menggunakan AHP untuk menentukan prioritas dalam proses suplai Biodiesel, maka tujuan manajemen pasok Biodiesel yang optimum diharapkan dapat dicapai lebih efektif.
Perpustakaan Digital ITB