Aplikasi Sobat Jempolan, sebagai aplikasi pertanian yang dikembangkan oleh FMC Indonesia, memiliki jumlah unduh yang sangat minim, yaitu sebanyak ~0,01% dari total target pengguna. Pada penelitian ini, analisis dilakukan untuk merumuskan strategi marketing yang dapat digunakan untuk meningkatkan jumlah unduh aplikasi Sobat Jempolan. Penelitian ini dilakukan dengan menyebarkan kuesioner ke 203 responden yang tersebar di wilayah Jawa Barat. Data yang diperoleh dari kuesioner diolah menggunakan analisis eksternal (Porter’s Five Forces) dan analisis internal (kerangka VRIO dan kanvas value proposition). Porter’s Five Forces digunakan untuk mengevaluasi posisi kompetitif Sobat Jempolan di pasar, sementara analisis VRIO dan value proposition canvas membantu dalam mengidentifikasi nilai tambah yang dapat dikembangkan lebih lanjut. Berdasarkan hasil analisis ini, disusun rekomendasi strategi yang dapat diimplementasikan untuk meningkatkan efektivitas pemasaran aplikasi.
Secara singkat, temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan pemasaran berbasis interaksi luring lebih efektif dibandingkan pemasaran digital murni dalam menjangkau petani. Hal ini diperkuat oleh hasil survei yang menunjukkan bahwa lebih dari 50% responden memperoleh informasi pertanian melalui kelompok tani dan kios tani. Program insentif, seperti penggunaan kode referral juga menunjukkan potensi besar dalam menarik perhatian calon pengguna, mengingat ketertarikan petani pada peluang pendapatan tambahan. Penelitian ini mengidentifikasi bahwa strategi pemasaran yang mengombinasikan distribusi luring melalui kelompok tani dan kios tani dengan program insentif berbasis kode referral dapat meningkatkan jumlah unduh aplikasi secara signifikan.
Perpustakaan Digital ITB