digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Indonesia merupakan salah satu negara dengan potensi panas bumi terbesar di dunia mencapai 23.741 MW, namun kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) yang terpasang baru sebesar 2.638,75 MW. Masih banyaknya potensi panas bumi yang belum dimanfaatkan menjadi tantangan dalam tercapainya sasaran bauran energi untuk adanya transisi energi fosil ke Energi Baru dan Terbarukan (EBT). Saat ini, PT PLN (Persero) mendapatkan penugasan pemerintah untuk mengembangkan delapan Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) dengan status pengembangan mulai dari survei eksplorasi hingga beroperasi. Kondisi ini menuntut adanya sebuah kerangka kerja yang seragam dan komprehensif untuk menggambarkan tingkat kematangan suatu WKP. Namun demikian, penerapan sistem klasifikasi UNFC (United Nations Framework Classification for Resources) pada WKP PLN hingga saat ini baru dilakukan pada satu WKP yaitu lapangan Mataloko pada tahun 2018. Sehingga tujuan dari penelitian ini adalah untuk menerapkan klasifikasi UNFC terhadap WKP PLN yang mewakili berbagai tahap pengembangan yaitu lapangan Ulumbu, Mataloko, Tulehu, Ungaran, dan Kepahiang. Tahapan penelitian ini terdiri dari studi literatur dan pengumpulan data, dilanjutkan analisis dan evaluasi dengan klasifikasi UNFC, dimulai dari sumbu E (Environmental-Socio-Economic Viability), sumbu F (Technical Feasibility), dan sumbu G (Degree of Confidence) pada masing-masing WKP yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan variasi kelas UNFC yang mencerminkan tingkat kematangan masing-masing proyek, dengan peningkatan status yang dipengaruhi oleh aktivitas tertentu dan ketersediaan data teknis/nonteknis, serta menunjukkan berbagai isu dan tantangan yang dihadapi dalam penerapan klasifikasi UNFC. Penelitian ini menghasilkan laporan yang komprehensif dan bersifat universal untuk memperkuat kepercayaan investor domestik maupun internasional, serta mendukung keberlanjutan proyek PLTP, sehingga ke depannya PLN perlu memperluas penerapan klasifikasi UNFC secara sistematis ke seluruh WKP dalam portofolio penugasannya.