Sistem panas bumi di Halmahera Bagian Utara berkembang pada
lingkungan vulkanik Kuarter yang dikontrol oleh struktur geologi regional
dan aktivitas magmatisme. Penelitian ini bertujuan untuk memperkirakan
struktur permeabel yang berperan sebagai jalur migrasi fluida dengan
menganalisis hasil pengolahan data gravitasi, magnetik dan magnetotelurik.
Data gravitasi diolah hingga Complete Bouguer Anomaly (CBA), kemudian
dipisahkan menjadi anomali regional dan residual menggunakan Trend
Surface Analysis. Identifikasi struktur bawah permukaan dilakukan melalui
analisis First Horizontal Derivative (FHD), Second Vertical Derivative dan
Euler Deconvolution, sedangkan data magnetik diolah hingga Reduce to
Equator (RTE), untuk mengidentifikasi sumber panas yang ada di
Halmahera Bagian Utara. Hasil penelitian menunjukkan keberadaan
struktur bawah permukaan berarah dominan barat laut–tenggara (NW–SE)
dan sebagian kecil berarah timur laut–barat daya (NE–SW). Struktur
tersebut terkonfirmasi dari nilai FHD yang tinggi dan SVD=0 sedangkan
nilai magnetik rendah diduga berasosiasi di area temperatur tinggi yang
diperkirakan berasal dari tubuh intrusi magmatik yang berkaitan dengan
aktivitas vulkanik, keberadaan sumber panas juga divalidasi dengan
resistivitas tinggi menggunakan data magnetotelurik. Data magnetotelurik
menunjukkan pola updoming yang mengindikasikan keberadaan zona
upflow sebagai jalur fluida hidrotermal menuju permukaan melalui struktur
permeabel yang divalidasi dengan keberadaan struktur geologi dan
kemunculan manifestasi di daerah penelitian.
Perpustakaan Digital ITB