digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Ticagrelor (TICA) merupakan antiplatelet BCS kelas IV dengan kelarutan air rendah (±10 µg/mL) dan bioavailabilitas oral 36%. Penelitian sebelumnya melaporkan bahwa TICA mampu membentuk kokristal dengan empat isomer asam dihidroksibenzoat (DHBA), melalui metode liquid assisted grinding dan solvent evaporation. Penelitian sebelumnya juga menunjukkan bahwa kokristal TICA dengan 2,4DHBA dan 3,4DHBA meningkatkan kelarutan TICA sekitar 1,5 kali lipat, serta telah menentukan struktur kristal TICA–3,4DHBA sebagai kokristal hidrat. Penelitian ini bertujuan menentukan struktur kristal serta mengevaluasi sifat farmasetika kokristal TICA dengan koformer asam 2,5-dihidroksibenzoat (2,5DHBA). Kristal tunggal ditumbuhkan dari campuran ekuimolar 1:1 antara TICA dan 2,5DHBA melalui metode solvent evaporation dan liquid diffusion dengan berbagai kombinasi pelarut, dan kristal bermutu baik diperoleh dari campuran asetonitril–etanol (4:1). Analisis single crystal X-ray diffraction (SCXRD) menunjukkan sistem kristal triklinik dengan space group P1, rasio stoikiometri 1:1, dan nilai Z? = 2, dengan kisi distabilkan oleh jejaring ikatan hidrogen yang melibatkan gugus karboksil dan hidroksil 2,5DHBA dengan gugus amina sekunder, hidroksil, serta cincin triazolopirimidin TICA. Upaya scale-up melalui solvent evaporation maupun slurry tidak menghasilkan kokristal murni, melainkan fase kristalin baru berbentuk hidrat (Fase A) yang dikonfirmasi melalui PXRD, FT-IR, DSC, TG-DTA, dan SEM, sedangkan kokristal target hanya terbentuk sebagai fraksi minor sehingga diduga metastabil. Fase A tidak meningkatkan kelarutan dan disolusi serbuk secara bermakna, tetapi meningkatkan disolusi intrinsik 1,7 kali lipat (2,66 menjadi 4,61 mg/cm²), laju alir (0,80 menjadi 1,69 g/s), serta tabletabilitas hingga 2,99 MPa.