Ticagrelor (TICA) merupakan antiplatelet BCS kelas IV dengan kelarutan air rendah (±10 µg/mL)
dan bioavailabilitas oral 36%. Penelitian sebelumnya melaporkan bahwa TICA mampu membentuk
kokristal dengan empat isomer asam dihidroksibenzoat (DHBA), melalui metode liquid assisted
grinding dan solvent evaporation. Penelitian sebelumnya juga menunjukkan bahwa kokristal TICA
dengan 2,4DHBA dan 3,4DHBA meningkatkan kelarutan TICA sekitar 1,5 kali lipat, serta telah
menentukan struktur kristal TICA–3,4DHBA sebagai kokristal hidrat. Penelitian ini bertujuan
menentukan struktur kristal serta mengevaluasi sifat farmasetika kokristal TICA dengan koformer
asam 2,5-dihidroksibenzoat (2,5DHBA). Kristal tunggal ditumbuhkan dari campuran ekuimolar 1:1
antara TICA dan 2,5DHBA melalui metode solvent evaporation dan liquid diffusion dengan
berbagai kombinasi pelarut, dan kristal bermutu baik diperoleh dari campuran asetonitril–etanol
(4:1). Analisis single crystal X-ray diffraction (SCXRD) menunjukkan sistem kristal triklinik dengan
space group P1, rasio stoikiometri 1:1, dan nilai Z? = 2, dengan kisi distabilkan oleh jejaring ikatan
hidrogen yang melibatkan gugus karboksil dan hidroksil 2,5DHBA dengan gugus amina sekunder,
hidroksil, serta cincin triazolopirimidin TICA. Upaya scale-up melalui solvent evaporation maupun
slurry tidak menghasilkan kokristal murni, melainkan fase kristalin baru berbentuk hidrat (Fase A)
yang dikonfirmasi melalui PXRD, FT-IR, DSC, TG-DTA, dan SEM, sedangkan kokristal target hanya
terbentuk sebagai fraksi minor sehingga diduga metastabil. Fase A tidak meningkatkan kelarutan
dan disolusi serbuk secara bermakna, tetapi meningkatkan disolusi intrinsik 1,7 kali lipat (2,66
menjadi 4,61 mg/cm²), laju alir (0,80 menjadi 1,69 g/s), serta tabletabilitas hingga 2,99 MPa.
Perpustakaan Digital ITB