digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Koefisien gesek kinetik dianggap memiliki nilai tertentu berdasarkan proses analisa numerik, meski tidak mendefinisikan nilai sebenarnya. Jika koefisien gesek kinetik pada sistem bidang miring ditentukan sebagai nilai yang konstan, hal ini akan mempengaruhi kepresisian analisa simulasi numerik. Jika koefisien gesek kinetik pada sistem bidang miring nilainya bermacam-macam, tentu hal ini akan sangat membingungkan. Padahal fenomena ini berhubungan langsung dengan keamanan struktur sistem misalnya pada mesin atau bangunan. Artinya, gaya gesek kinetik relatif dipengaruhi oleh percepatan sehingga diperlukan pencatatan nilai percepatan benda. Hal ini menjadi tantangan dalam eksperimen karena cukup sulit untuk mendapatkan kepresisian data percepatan benda seperti yang sudah dilakukan oleh Widayanti. Maka dibutuhkan teknik pengukuran baru untuk menghitung nilai koefisien gesek ‘sebenarnya’ dari sistem bidang miring. Dalam penelitian ini diuji coba suatu metode baru yaitu menambahkan sensor di tiga titik pengamatan bidang miring untuk mendapatkan nilai selang waktu dan sudut sehingga koefisien gesek kinetik tidak lagi bergantung pada percepatan. Diujikan beberapa benda yaitu bidang miring PVC dan bidang miring alloy(zink-alumunium). Benda yang meluncur adalah balok kayu yang dilapisi dengan alumunium tape, kayu (asli) dan plastic tape. Benda lainnya adalah balok kayu, balok aluminium dan balok akrilik. Didapat hasil koefisien gesek kinetik aluminium-PVC pada kontak kering sebesar 0.345 mirip dengan referensi sebesar 0.3, pada kontak basah nilainya lebih kecil yaitu 0.252. Koefisien gesek kinetik kayu-PVC sebesar 0.293 pada kontak kering seperti yang didapat oleh Henaff sebesar 0.31. Pada kontak basah, nilai koefisien gesek kayu dan PVC lebih rendah yaitu 0.156. Pada plastic tape, koefisien gesek kinetik kering sebesar 0.265, koefisien gesek kinetik basah 0.207. Yang kedua, kayu dan alloy pada kontak kering sebesar 0.509, dan pada kontak basah sebesar 0.73. Hal ini seperti yang dilaporkan oleh McKenzie and Karpovich yang ternyata nilai koefisien gesek kinetik cenderung naik pada kontak basah. Pada Alumunium-Alloy pada kontak kering sebesar 0.313, dan pada kontak basah sebesar 0.211. Pada akrilik-alloy didapat 0.396 kontak kering, dan pada kontak bsah sebesar 0.211