ABSTRAK Eliza Putri Hapsani
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
COVER Eliza Putri Hapsani
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 1 Eliza Putri Hapsani
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 2 Eliza Putri Hapsani
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 3 Eliza Putri Hapsani
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 4 Eliza Putri Hapsani
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 5 Eliza Putri Hapsani
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
PUSTAKA Eliza Putri Hapsani
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Distribusi ukuran partikel merupakan salah satu parameter yang menentukan sifat
optik nanopartikel. Karakterisasi menggunakan TEM dan PSA memerlukan biaya
yang relatif tinggi serta proses yang lama sehingga diperlukan metode alternatif yang
lebih efisien. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan distribusi ukuran nanopartikel
emas (AuNP) melalui inversi spektrum absorbansi UV-Vis yang dapat dilakukan in
situ menggunakan spektrometer UV-Vis. Inversi dilakukan dengan menggunakan
hubungan antara absorbansi dalam pengukuran dan perhitungan teoretis, yaitu melalui
teori Mie dan Hukum Beer-lambert. Dua metode inversi, yaitu non-negative least
squares (NNLS) dan projected steepest descent (PSD), diterapkan pada spektrum
absorbansi sintetis dan spektrum absorbansi eksperimen larutan AuNP. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa kedua metode inversi berhasil merekonstruksi distribusi ukuran
partikel. Pada inversi spektrum sintetis, rata-rata galat relatif ukuran partikel hasil
metode NNLS dan PSD secara berturut-turut adalah 1.6% dan 15.8%, sementara pada
inversi spektrum eksperimen berturut-turut sebesar 4.4% dan 5.7%. Namun, keakuratan
hasil inversi dipengaruhi oleh pemilihan parameter awal yang berupa kandidat ukuran
partikel, khususnya dalam menginversi spektrum eksperimen. Selain itu, ditemukan
bahwa kurva absorbansi yang sama dapat dibentuk dari distribusi ukuran partikel yang
berbeda sehingga solusi inversi tidak selalu bersifat unik.
Perpustakaan Digital ITB