digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Pemanfaatan langsung energi panas bumi merujuk pada penggunaan panas bumi untuk keperluan non-listrik, seperti pemanas ruang, balneologi, dan pengolahan hasil pertanian. Di Indonesia, potensi teknis pemanfaatan langsung diperkirakan mencapai sekitar 1.900 MWt yang tersebar di lebih dari 3.000 titik manifestasi permukaan. Namun, tingkat pemanfaatan aktual masih sangat rendah, hanya sekitar 2,5 MWt, menunjukkan kesenjangan besar antara potensi dan realisasi. Untuk mendorong pemanfaatan yang berkelanjutan, ketergantungan pada manifestasi permukaan perlu diarahkan pada pengembangan sumur pemanfaatan langsung bawah permukaan. Studi ini bertujuan mengidentifikasi area prospek prioritas dan tapak pengeboran untuk pengembangan sumur pemanfaatan langsung di daerah panas bumi Banda Baru, Maluku Tengah. Penentuan area prospek dilakukan dengan mengintegrasikan: (i) zona potensi airtanah sangat tinggi (berdasarkan analisis Multi Influencing Factor/MIF), (ii) nilai tahanan jenis semu <50 ohm-m, (iii) estimasi temperatur bawah permukaan >150°C pada kedalaman 200 meter, dan (iv) anomali emisi CO? di permukaan. Pemetaan potensi airtanah dilakukan melalui pemodelan spasial berbasis MIF, sedangkan estimasi temperatur diperoleh dari hubungan antara gradien tahanan jenis dan gradien panas bumi berdasarkan data MT dan logging sumur. Logika Boolean diterapkan untuk mengecualikan zona terlarang seperti sungai, jalan, dan permukiman. Luas akhir area prospek yang ditetapkan mencapai sekitar 6,49 km² dan dibagi menjadi empat klaster prioritas tapak pengeboran.