digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Irham Tantowi Hamdi
PUBLIC Open In Flipbook Esha Mustika Dewi

Pada Jaringan distribusi 20 kV PLN ULP Mantingan menghadapi permasalahan profil tegangan serta rugi-rugi daya yang dipengaruhi oleh panjang jaringan serta pertumbuhan beban. Penambahan penyulang baru dan rekonfigurasi jaringan menjadi opsi perbaikan kualitas penyaluran. Namun penentuan lokasi penyulang dan konfigurasi jaringan masih dilakukan secara simulasi trial and error berdasarkan pengalaman. Penelitian bertujuan menentukan injeksi penyulang baru dan rekonfigurasi jaringan distribusi radial yang optimal dengan Crow Search Algorithm (CSA) serta mengevaluasi dampak profil tegangan dan rugi-rugi daya. Penelitian ini dilakukan dengan metode Backward-Forward Sweep (BFS) pada MATLAB yang diuji pada sistem IEEE 12-bus kemudian diterapkan pada jaringan distribusi 20 kV. Variabel keputusan meliputi lokasi injeksi penyulang baru, saluran yang ditutup, dan saluran yang dibuka. Fungsi objektif meminimalkan rugi daya aktif dengan batasan tegangan minimum 0,90 p.u. dan pembebanan penyulang 7 MVA. Kinerja optimasi CSA dibandingkan dengan metode konvensional serta divalidasi dengan metode optimasi Particle Swarm Optimization (PSO), dan Genetic Algorithm (GA). Hasil penelitian menunjukkan optimasi CSA memilih bus 45 sebagai lokasi injeksi penyulang baru. Rekonfigurasi jaringan menutup saluran 2–77, 96–105, dan 45– 146 serta membuka saluran 19–20, 76–77, 90–91, dan 120–121. Pada beban puncak rugi daya aktif menjadi 1.640 kW lebih rendah dibandingkan konvensional 1.798 kW. Rugi energi sebesar 24.803 kWh (7,87%) lebih rendah dibanding konvensional 26.902 kWh (8,48%). Tegangan terendah sebesar 0,8355 p.u. dengan kumulatif bus sesuai batas menjadi 3.107 bus dalam 24 jam. Optimasi CSA menghasilkan rata-rata fitness 35.782 dengan waktu komputasi 15,61 detik per periode yang lebih baik dari PSO dengan nilai fitness 43.059 dan waktu komputasi 15,85 detik serta GA dengan nilai fitness 45.262 dan waktu komputasi 16,77 detik.