Pada Jaringan distribusi 20 kV PLN ULP Mantingan menghadapi permasalahan
profil tegangan serta rugi-rugi daya yang dipengaruhi oleh panjang jaringan serta
pertumbuhan beban. Penambahan penyulang baru dan rekonfigurasi jaringan
menjadi opsi perbaikan kualitas penyaluran. Namun penentuan lokasi penyulang
dan konfigurasi jaringan masih dilakukan secara simulasi trial and error
berdasarkan pengalaman. Penelitian bertujuan menentukan injeksi penyulang baru
dan rekonfigurasi jaringan distribusi radial yang optimal dengan Crow Search
Algorithm (CSA) serta mengevaluasi dampak profil tegangan dan rugi-rugi daya.
Penelitian ini dilakukan dengan metode Backward-Forward Sweep (BFS) pada
MATLAB yang diuji pada sistem IEEE 12-bus kemudian diterapkan pada jaringan
distribusi 20 kV. Variabel keputusan meliputi lokasi injeksi penyulang baru, saluran
yang ditutup, dan saluran yang dibuka. Fungsi objektif meminimalkan rugi daya
aktif dengan batasan tegangan minimum 0,90 p.u. dan pembebanan penyulang 7
MVA. Kinerja optimasi CSA dibandingkan dengan metode konvensional serta
divalidasi dengan metode optimasi Particle Swarm Optimization (PSO), dan
Genetic Algorithm (GA).
Hasil penelitian menunjukkan optimasi CSA memilih bus 45 sebagai lokasi injeksi
penyulang baru. Rekonfigurasi jaringan menutup saluran 2–77, 96–105, dan 45–
146 serta membuka saluran 19–20, 76–77, 90–91, dan 120–121. Pada beban puncak
rugi daya aktif menjadi 1.640 kW lebih rendah dibandingkan konvensional 1.798
kW. Rugi energi sebesar 24.803 kWh (7,87%) lebih rendah dibanding
konvensional 26.902 kWh (8,48%). Tegangan terendah sebesar 0,8355 p.u. dengan
kumulatif bus sesuai batas menjadi 3.107 bus dalam 24 jam. Optimasi CSA
menghasilkan rata-rata fitness 35.782 dengan waktu komputasi 15,61 detik per
periode yang lebih baik dari PSO dengan nilai fitness 43.059 dan waktu komputasi
15,85 detik serta GA dengan nilai fitness 45.262 dan waktu komputasi 16,77 detik.
Perpustakaan Digital ITB