Abstrak - AFINA WAFDA AL GHANIY
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Formasi Talangakar pada Lapangan AW, Subcekungan Palembang Selatan,
Cekungan Sumatra Selatan memiliki heterogenitas fasies dan kualitas reservoir
yang menyebabkan distribusi properti reservoir bervariasi secara lateral dan
vertikal, sehingga diperlukan karakterisasi fasies dan pemodelan reservoir statis
untuk memahami penyebaran fasies, distribusi properti petrofisika, serta potensi
minyak pada interval penelitian. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi asosiasi
fasies dan lingkungan pengendapan, membangun model reservoir statis, serta
mengestimasi volume minyak di tempat pada Interval A dan Interval B Formasi
Talangakar.
Data yang digunakan meliputi data mud logging, log petrofisika dan marker sumur,
serta peta struktur yang diperoleh dari perusahaan. Analisis dilakukan melalui
interpretasi litofasies dan elektrofasies, korelasi stratigrafi, analisis struktur bawah
permukaan, interpretasi asosiasi fasies dan lingkungan pengendapan, pemodelan
fasies menggunakan Sequential Indicator Simulation (SIS), klasifikasi rock type
berdasarkan Flow Zone Indicator (FZI), serta pemodelan Vsh, PHIE, dan
permeabilitas menggunakan Sequential Gaussian Simulation (SGS). Saturasi air
(Sw) ditentukan menggunakan persamaan J-Function yang diperoleh dari
perusahaan, sedangkan Net-to-Gross (NTG) ditentukan menggunakan batas
pancung Vsh ? 0,41 dan PHIE ? 0,10 yang diperoleh dari perusahaan sebagai dasar
penentuan net reservoir dan perhitungan volume minyak di tempat.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Interval A diinterpretasikan sebagai fluvial
channel dengan asosiasi fasies channel, point bar, dan floodplain, sedangkan
Interval B menunjukkan karakter lingkungan transisional fluvial–marine yang
didukung oleh kehadiran glaukonit, posisi stratigrafi, dan konteks regional. Rock
Type (RT1) dan (RT2) cenderung berasosiasi dengan fasies channel dan point bar,
yang menunjukkan karakter flow unit relatif lebih baik dibandingkan RT0 yang
lebih dominan pada floodplain. Hasil perhitungan volumetrik menunjukkan volume
minyak di tempat sebesar 2.62 MMSTB pada Interval A dan 7.07 MMSTB pada
Interval B.
Perpustakaan Digital ITB