digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak - Agung Prayoga
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

Lapangan gas Manuka di Cekungan Kutai merupakan lapangan matang yang berproduksi sejak 1979. Optimalisasi sisa potensi hidrokarbon saat ini difokuskan pada Zona G (kedalaman 12.000–14.000 ft), sebuah reservoir berkualitas rendah (Low Quality Reservoir) dengan permeabilitas 1–50 mD akibat kompaksi intensif. Heterogenitas fasies pada sistem tidal-influenced delta dan indikasi kompartementalisasi menambah kompleksitas reservoir. Penelitian ini bertujuan membangun model reservoir statis tiga dimensi berbasis fasies pada interval G055B untuk menghitung Gas Initially In Place (GIIP). Penelitian ini mengintegrasikan data wireline log dari 304 sumur, batuan inti Sumur X-179, data cutting, dan peta struktur. Analisis batuan inti mengidentifikasi empat asosiasi fasies: tidal-influenced distributary channel, distributary mouth bar, swamp, dan prodelta. Kalibrasi core-to-log dan analog arsitektur Delta Mahakam digunakan untuk mengidentifikasi empat elektrofasies utama yang diterapkan dalam pemodelan. Distribusi fasies pada grid 3D dimodelkan menggunakan Sequential Indicator Simulation (SIS) dengan acuan rasio Width-to-Thickness, sedangkan properti petrofisika dimodelkan dengan Sequential Gaussian Simulation (SGS). Net to Gross (NTG) dihitung berdasarkan cutoff porositas efektif (PHIE) ? 0,06, volume serpih (Vsh) ? 0,24, dan saturasi air efektif (SWE) ? 0,75. Rekonstruksi arsitektur fasies memetakan sembilan kompartemen yang dipisahkan oleh penyekat sedimentologis. Interpretasi tersebut diuji konsistensinya terhadap 48 titik data uji tekanan (1980 sampai 2026) yang memperlihatkan lintasan penurunan tekanan berbeda antarkompartemen dan tidak menunjukkan kecenderungan menuju kesetimbangan tekanan yang persisten. Berdasarkan pemodelan statis dengan Lowest Known Gas sebagai batas bawah kolom gas, estimasi total GIIP secara deterministik berdasarkan satu realisasi model mencapai 145,98 Billion Standard Cubic Feet (BSCF).