BAB 1 Nasra Yuda Sitorus
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 2 Nasra Yuda Sitorus
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 3 Nasra Yuda Sitorus
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 4 Nasra Yuda Sitorus
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 5 Nasra Yuda Sitorus
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
PUSTAKA
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Tambang bawah tanah PT XYZ di Provinsi Kalimantan Tengah mengeksploitasi endapan emas-perak (Au-Ag) epitermal sulfidasi rendah bertipe vein dengan metode selektif tanpa backfilling. Kondisi ini menyebabkan terbentuknya rongga-rongga bekas penambangan (void) yang berpotensi mengubah sistem aliran airtanah secara signifikan, memperbesar zona drawdown, dan meningkatkan risiko inflow ke bukaan tambang. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik hidrogeologi daerah penelitian, menyusun model konseptual dan numerik aliran airtanah, mengestimasi debit inflow ke bukaan tambang, serta menganalisis pola drawdown pada berbagai tahapan penambangan.
Metodologi penelitian dibagi dua fase utama. Fase pertama (Pemodelan Konseptual) mencakup pengumpulan data bor (RQD, litologi, muka airtanah), karakterisasi parameter hidraulik menggunakan HC-system (Hsu et al., 2011), interpolasi spasial dengan metode Inverse Distance Weighted (IDW), dan penyusunan model konseptual. Fase kedua (Pemodelan Numerik) mencakup diskritisasi domain 3D menggunakan metode beda hingga, penetapan kondisi batas, kalibrasi kondisi steady state, dan simulasi transient pada tahap penambangan Tahun 1 hingga Tahun 5.
Hasil analisis menunjukkan bahwa daerah penelitian tersusun atas batuan vulkanik andesitik-dasitik berumur Oligosen-Miosen yang mengalami alterasi hidrotermal zonal. Nilai RQD berkisar 28%-87% (rata-rata 61%), mencerminkan kualitas massa batuan yang bervariasi dari Poor hingga Good. Konduktivitas hidraulik (K) yang
diestimasi menggunakan HC-system berkisar dari 2,1 x 10-6 m/hari pada zona alterasi argilik hingga 4,7 x 10-2 m/hari pada zona struktur rekahan terbuka. Kalibrasi model steady state menghasilkan RMS error sebesar 1,74 m (R2 = 0,984).
Simulasi transient menunjukkan drawdown maksimum berkembang dari 52 m pada Tahun 1 menjadi 168 m pada Tahun 5, dengan radius pengaruh (untuk threshold drawdown >1 m) meluas dari 185 m menjadi 462 m. Debit inflow ke bukaan tambang meningkat dari 1.320 m3/hari pada Tahun 1 menjadi 10.840 m3/hari pada Tahun 5. Analisis sensitivitas menunjukkan konduktivitas hidraulik adalah parameter paling dominan (perubahan 25% pada K mengakibatkan perubahan 31% pada debit inflow). Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar perencanaan kapasitas sistem dewatering yang efektif untuk operasi penambangan PT XYZ.
Perpustakaan Digital ITB