digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak
PUBLIC Open In Flipbook Nugi Nugraha

Sungai Batanghari merupakan sumber air baku utama bagi masyarakat di Provinsi Jambi, namun mengalami penurunan kualitas akibat meningkatnya aktivitas antropogenik. Pemantauan kualitas air secara konvensional membutuhkan biaya tinggi, waktu lama, dan hanya mewakili lokasi terbatas. Teknologi penginderaan jauh menjadi alternatif yang efektif untuk memantau kondisi perairan secara spasial dan temporal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis akurasi metode empiris dan semi-empiris dalam memprediksi parameter kualitas air, yaitu Total Suspended Solid (TSS) dan kekeruhan, menggunakan citra Sentinel-2. Pemodelan dilakukan dengan menghubungkan nilai reflektansi permukaan dan indeks spektral terhadap data in-situ. Validasi performa model dinilai menggunakan parameter statistik koefisien determinasi (R²), Root Mean Square Error (RMSE), Normalized Root Mean Square Error (NRMSE), dan RMSLE (Root Mean Square Logarithmic Error). Hasil model terbaik didapat dengan nilai R² = 0,153 untuk TSS, sedangkan untuk kekeruhan, didapat nilai R2 yang negatif pada semua modelnya, yang mengindikasikan bahwa model gagal membaca pola sebaran kekeruhan pada data kalibrasi sehingga ketika diaplikasikan pada data validasi, terjadi overfitting. Penelitian ini menunjukkan bahwa citra Sentinel-2 memiliki potensi untuk mengidentifikasi pola distribusi spasial dan variasi musiman TSS di Sungai Batanghari. Namun, rendahnya akurasi prediksi yang diperoleh menunjukkan bahwa pengembangan model lebih lanjut, penambahan data lapangan, serta integrasi variabel lingkungan lainnya masih diperlukan sebelum metode ini dapat diterapkan sebagai sistem pemantauan kualitas air secara kuantitatif dan operasional.