BAB 1 - Kharisma Farel Saladine
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 2 - Kharisma Farel Saladine
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 3 - Kharisma Farel Saladine
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 4 - Kharisma Farel Saladine
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 5 - Kharisma Farel Saladine
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
DAFTAR PUSTAKA - Kharisma Farel Saladine
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Penimbunan kembali bukaan tambang emas yang disertai penggenangan air berpotensi melepaskan arsen dari material sisa pengolahan ke dalam sistem airtanah. Penelitian ini bertujuan membangun model aliran airtanah kondisi tambang aktif dan pascapenimbunan, mensimulasikan persebaran arsen selama seratus tahun, serta mengevaluasi hasilnya terhadap baku mutu yang berlaku. Pemodelan dilakukan dengan MODFLOW-NWT untuk aliran dan MT3DMS untuk transpor kontaminan pada domain seluas 264,96 hektar, grid 64 kolom kali 46 baris kali tiga lapisan dengan ukuran sel 30 meter. Kalibrasi model tunak terhadap empat sumur pantau menghasilkan root mean squared error sebesar 10,93 meter dengan koefisien korelasi 0,769 dan diskrepansi neraca air 0,00 persen. Hasil simulasi menunjukkan penimbunan hanya menurunkan aliran keluar bukaan sebesar 7 persen sehingga gradien hidraulik tetap mengarah ke dalam bukaan. Dari 15.252,4 kilogram arsen yang masuk ke sistem airtanah selama seratus tahun, 99,1 persen tetap berada di akuifer sekitar bukaan karena arsen yang menyebar ke luar terbawa kembali ke dalam genangan oleh aliran airtanah, dan hanya 0,9 persen terangkut menuju sungai. Radius zona dengan konsentrasi di atas 0,05 miligram per liter mencapai 268 meter dan stabil sejak tahun kesepuluh. Konsentrasi arsen tertinggi pada airtanah yang merembes ke sungai sebesar 0,0560 miligram per liter, secara nominal melampaui baku mutu Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 sebesar 12 persen sebelum pengenceran namun jauh di bawah baku mutu Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 202 Tahun 2004. Analisis sensitivitas enam parameter menunjukkan konduktivitas hidraulik material backfill sebagai parameter paling menentukan, dengan temuan bahwa material backfill yang semakin lulus air justru menurunkan konsentrasi arsen pada sungai karena bukaan tetap berfungsi sebagai perangkap hidraulik.
Perpustakaan Digital ITB