Stratifikasi dan pencampuran merupakan proses fisik utama yang mengontrol
distribusi massa air dan stabilitas kolom air di lingkungan estuari. Penelitian ini
bertujuan menganalisis variabilitas spasial dan temporal stratifikasi serta
mekanisme pencampuran vertikal di Estuari Balikpapan, Kalimantan Timur.
Analisis dilakukan menggunakan model hidrodinamika tiga dimensi MIKE 3 FM
yang divalidasi terhadap data elevasi muka air, arus, dan salinitas. Hasil validasi
menunjukkan performa model yang baik dengan nilai RMSE, koefisien korelasi,
dan skill masing-masing sebesar 0,138 m, 0,984, dan 0,99 untuk elevasi muka air,
serta 0,08 psu, 0,879, dan 0,872 untuk salinitas. Analisis stratifikasi dan
pencampuran dilakukan menggunakan distribusi salinitas, densitas, frekuensi
Brunt-Väisälä (N²), Mean Shear Squared (S²), dan Gradient Richardson Number
(Ri) pada kondisi pasang surut purnama dan perbani.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa salinitas berkisar antara 17-33 psu dan
densitas antara 1008-1020 kg/m3 dengan intrusi garam mencapai 25-30 km dari
mulut estuari. Kondisi purnama meningkatkan pencampuran vertikal sehingga
kolom air menjadi lebih homogen, sedangkan kondisi perbani memperkuat
stratifikasi akibat berkurangnya energi pasang surut. Stabilitas kolom air meningkat
dari hilir menuju hulu yang ditunjukkan oleh nilai N² yang mencapai lebih dari 100
cycl/h pada bagian tengah hingga hulu estuari. Analisis S² dan Ri menunjukkan
bahwa pencampuran vertikal dikontrol oleh kompetisi antara energi shear dan gaya
apung, dengan sebagian besar kolom air memiliki Ri > 0,25 yang menunjukkan
dominasi stratifikasi. Secara keseluruhan, Estuari Balikpapan diklasifikasikan
sebagai estuari partially mixed yang cenderung well mixed pada kondisi purnama
dan lebih terstratifikasi pada kondisi perbani.
Perpustakaan Digital ITB