digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Penilitian ini bertujuan untuk menggunakan peta Flood Vulnerability Index Jakarta dalam menentukan daerah mana yang paling rentan terhadap banjir di Jakarta, dan menentukan indikator terpenting yang menentukan kerentanan suatu daerah terhadap banjir. Peta Flood Vulnerability Index memberikan nilai kepada pada kerentanan setiap kelurahan ditinjau dari empat komponen utama; sosial, ekonomi, lingkungan, dan fisik. Metode ini menggunakan nilai indikator berdasarkan tiap komponennya yang telah diberi bobot untuk menentukan indeks dari betapa rentannya daerah tersebut terhadap bencana banjir, dengan pembobotan menggunakan metode Analytical Hierarchy Prosess (AHP). Hasil dari peta Flood Vulnerability Index Jakarta menunjukan bahwa hampir seluruh Jakarta tergolong pada kelas rentan, sedangkan beberapa kelurahan tergolong pada kelas sangat rentan. Berdasarkan kerentanan fisik, terdapat 257 dari 261 kelurahan (99 persen) yang tergolong dalam kelas sangat rentan, diantaranya terdapat 101 kelurahan yang memiliki data historis banjir. Berdasarkan kerentanan dampak, terdapat 256 dari 261 kelurahan (98 persen) yang tergolong dalam kelas sangat rentan. Indikator yang paling berpengaruh adalah, kepadatan penduduk untuk komponen sosial, daerah ekonomi untuk komponen ekonomi, daerah hijau untuk komponen lingkungan, dan penurunan lahan untuk komponen fisik.