Pemasangan kabel listrik di wilayah perairan memiliki persoalan yang berbeda
dengan pemasangan kabel listrik yang berada di wilayah darat. Pada wilayah
perairan terdapat variabel yang dipengaruhi dari karakteristik yang ada di wilayah
perairan itu sendiri. Dalam standar teknis pemasangan kabel listrik bawah laut, telah
teridentifikasi variabel yang perlu diperhatikan dalam pemasangan kabel listrik
bawah laut, namun masih kurang memberikan informasi mengenai variabel
berdasarkan aspek tujuan optimasi.
Dalam proyek-proyek kabel, pemilihan rute yang tepat di awal proyek akan sangat
berdampak pada hal-hal seperti pengurangan biaya produksi, pengurangan dampak
terhadap lingkungan dan mempersingkat waktu konstruksi. Faktanya, variabel fisis
maupun non fisis seperti ekonomi, lingkungan dan masalah sosial harus diuji terlebih
dahulu sebelum akhirnya penentuan rute diputuskan. Sehingga perlu dilakukannya
evaluasi terhadap data spasial variabel yang mempengaruhi penentuan rute kabel
bawah laut tersebut yang kemudian dianalisis dengan menggunakan Sistem
Informasi Geospasial (SIG) yang telah terbukti menjadi cara yang efektif. Data yang
digunakan antara lain data batimetri, arus,kemiringan, sedimen dasar laut dan area
larangan yang terdapat dalam perairan tersebut. Dalam penelitian ini, penentuan
desain lokasi dan rute kabel bawah laut dibuat dengan melakukan klasifikasi
variabel-variabel yang berpengaruh kemudian dengan melakukan pembobotan
menggunakan Analytical Hierarchy Process yaitu teori pengukuran melalui
perbandingan untuk mendapatkan skala prioritas yang menggunakan SIG dan multikriteria
dalam pengambilan keputusan dan analisis spasial menggunakan metode
Simple Additive Weighting (SAW). Hasil analisis spasial menunjukan bahwa wilayah
studi memiliki kondisi wilayah perairan yang baik untuk pemasangan kabel bawah
laut. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi model jalur yang dapat digunakan untuk
memandu navigasi dan pemasangan kabel listrik bawah laut.
Perpustakaan Digital ITB