digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Pemasangan kabel listrik di wilayah perairan memiliki persoalan yang berbeda dengan pemasangan kabel listrik yang berada di wilayah darat. Pada wilayah perairan terdapat variabel yang dipengaruhi dari karakteristik yang ada di wilayah perairan itu sendiri. Dalam standar teknis pemasangan kabel listrik bawah laut, telah teridentifikasi variabel yang perlu diperhatikan dalam pemasangan kabel listrik bawah laut, namun masih kurang memberikan informasi mengenai variabel berdasarkan aspek tujuan optimasi. Dalam proyek-proyek kabel, pemilihan rute yang tepat di awal proyek akan sangat berdampak pada hal-hal seperti pengurangan biaya produksi, pengurangan dampak terhadap lingkungan dan mempersingkat waktu konstruksi. Faktanya, variabel fisis maupun non fisis seperti ekonomi, lingkungan dan masalah sosial harus diuji terlebih dahulu sebelum akhirnya penentuan rute diputuskan. Sehingga perlu dilakukannya evaluasi terhadap data spasial variabel yang mempengaruhi penentuan rute kabel bawah laut tersebut yang kemudian dianalisis dengan menggunakan Sistem Informasi Geospasial (SIG) yang telah terbukti menjadi cara yang efektif. Data yang digunakan antara lain data batimetri, arus,kemiringan, sedimen dasar laut dan area larangan yang terdapat dalam perairan tersebut. Dalam penelitian ini, penentuan desain lokasi dan rute kabel bawah laut dibuat dengan melakukan klasifikasi variabel-variabel yang berpengaruh kemudian dengan melakukan pembobotan menggunakan Analytical Hierarchy Process yaitu teori pengukuran melalui perbandingan untuk mendapatkan skala prioritas yang menggunakan SIG dan multikriteria dalam pengambilan keputusan dan analisis spasial menggunakan metode Simple Additive Weighting (SAW). Hasil analisis spasial menunjukan bahwa wilayah studi memiliki kondisi wilayah perairan yang baik untuk pemasangan kabel bawah laut. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi model jalur yang dapat digunakan untuk memandu navigasi dan pemasangan kabel listrik bawah laut.