Dalam proses pengembangan perangkat lunak, business analyst adalah orang yang menganalisis business domain, dokumen bisnis, proses bisnis dari sebuah perusahaan dan menilai model bisnis atau integrasi bisnis dengan teknologi. Business analyst menganalisa domain dan menghasilkan aturan bisnis dari domain tersebut. Aturan bisnis hasil analisa business analyst akan menjadi bagian dalam perangkat lunak yang dibangun. Persepsi mengenai aturan bisnis tersebut menjadi penting karena jika terjadi misinterpretasi aturan bisnis oleh programmer, akan terjadi kesalahan dalam implementasi aturan bisnis tersebut. Untuk mengurangi misinterpretasi tersebut, digunakan sebuah standar ekspresi aturan bisnis untuk memastikan aturan bisnis hasil analisis business analyst diinterpretasikan secara tepat oleh programmer. Untuk meminimalisasi misinterpretasi ini lebih jauh lagi, akan dibuat sebuah kakas yang menerima input berupa aturan bisnis. Kakas ini akan meng-generate dua jenis kode program, yaitu kode program yang merupakan representasi dari entitas (contoh: kelas dalam Java, kelas dalam C#, dan lainnya) dan kode program yang dapat digunakan oleh business rule engine. Kakas akan diuji dengan cara memasukkan aturan bisnis sebagai input. Kakas dinilai valid jika kode program yang dihasilkan oleh kakas dapat dipakai pada pembangunan perangkat lunak. Kode entitas yang dihasilkan masih harus dilengkapi oleh programmer agar dapat berjalan dengan baik. Sedangkan kode program untuk business rule engine mengontrol beberapa hal dari perangkat lunak, yaitu flow program dan validasi atribut. Jika aturan bisnis dalam bentuk kode business rule engine diubah, maka behaviour perangkat lunak juga akan berubah.
Perpustakaan Digital ITB