Kebijakan Satu Peta (KSP) mengamanatkan tersedianya peta dasar multiskala yang konsisten di seluruh wilayah Indonesia. Proses generalisasi kartografi diperlukan untuk menurunkan peta dari skala besar ke skala lebih kecil, namun keragaman morfologi garis pantai Indonesia, meliputi bentuk memanjang (elongated), bentuk lebar (broad), bentuk bergerigi (rugged), bentuk halus (smooth) yang relatif lurus, hingga bentuk ortogonal (orthogonal), menuntut pendekatan yang adaptif, bukan seragam. Capstone ini membangun sebuah dashboard penyajian generalisasi garis pantai yang mengintegrasikan segmentasi morfologi otomatis berbasis model deep learning BendSeqLSTM, otomatisasi generalisasi adaptif per tipe morfologi, serta antarmuka visualisasi dan pengunduhan hasil. Model BendSeqLSTM mengklasifikasikan segmen garis pantai menggunakan jaringan BiLSTM, sehingga setiap segmen memperoleh parameter generalisasi yang tepat sesuai karakteristiknya. Produk akhir berupa model deep learning segmentasi morfologi garis pantai, plugin generalisasi garis pantai, dan dashboard visualisasi dan distribusi produk.
Perpustakaan Digital ITB