digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak
PUBLIC Open In Flipbook Nugi Nugraha

Polusi udara, khususnya partikulat halus PM2,5 dan PM1, dapat memengaruhi kesehatan manusia, termasuk sistem kardiovaskular, dengan tingkat paparan yang berbeda sesuai aktivitas dan lingkungan tempat seseorang beraktivitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui paparan pribadi PM2,5 dan PM1 pada berbagai lingkungan mikro, mengidentifikasi sumber dan aktivitas yang berkaitan dengan konsentrasi PM2,5, serta menganalisis hubungannya dengan Heart Rate (HR) dan Heart Rate Variability (HRV). Penelitian melibatkan 35 partisipan yang terdiri atas mahasiswa dan pekerja di Kota Bandung, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Sumedang. Pemantauan dilakukan selama kurang lebih 48 jam menggunakan AS-LUNG-P untuk mengukur PM2,5 dan PM1, Garmin untuk mengukur HR, serta Rooti Rx untuk mengukur HRV pada lima partisipan, dengan aktivitas dan lingkungan mikro dicatat melalui Time Activity Diary. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata konsentrasi PM2,5 dan PM1 masing-masing sebesar 33,9 µg/m³ dan 33,4 µg/m³, dengan konsentrasi tertinggi ditemukan pada lingkungan outdoor, diikuti transportasi dan indoor. Peningkatan konsentrasi PM2,5 berkaitan dengan asap masakan, asap rokok/vape, asap kendaraan, debu, dan bukhur/dupa, dengan pengaruh yang berbeda pada setiap kelompok partisipan. Paparan PM2,5 dan PM1 tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan HR maupun delapan parameter HRV yang dianalisis (p-value > 0,05), dengan analisis HRV yang dilakukan pada lima partisipan sehingga hasilnya masih bersifat eksploratif. Analisis risiko kesehatan menunjukkan bahwa 33 dari 35 partisipan memiliki nilai Risk Quotient (RQ) > 1, sedangkan berdasarkan lingkungan mikro, 30 dari 35 partisipan memiliki RQ > 1 pada lingkungan indoor dan paparan pada lingkungan outdoor serta transportasi berada dalam kategori aman.