Perancah tulang berbahan polylactic acid (PLA) dan hidroksiapatit (HA) perlu diuji lentur, tapi spesimennya terlalu kecil untuk mesin uji komersial. Dua tahap sebelumnya dari rangkaian studi ini telah menghasilkan mesin uji lentur tiga titik mini yang berfungsi, tetapi kapasitas beban, pengukuran defleksi, dan keterulangannya masih belum memadai. Tahap ketiga ini mengoptimalkan mesin tersebut, memvalidasinya terhadap standar, dan mendemonstrasikannya pada material perancah yang menjadi target.
Kopling jaw fleksibel diganti dengan kopling kaku dan lebar pulsa langkah driver stepper dinaikkan menjadi 50 ?s. Dial indicator diposisikan tepat pada midspan spesimen, dan kedua sensor dikalibrasi terhadap standar acuan. Dekoder perpindahan berbasis interupsi, interlock keselamatan gaya, penghentian uji otomatis, tombol henti darurat, dan aplikasi desktop luring mandiri ditambahkan. Mesin divalidasi mengikuti ASTM D790 menggunakan spesimen batang persegi PLA standar, lalu digunakan untuk mengarakterisasi komposit PLA/HA hasil cetak SLA pada empat rasio massa HA.
Mesin mampu membebani spesimen hingga patah pada sekitar 600 N tanpa slip kopling maupun stall motor. Modulus lentur terukur sebesar 2596,76 MPa berada dalam rentang acuan lembar data 2750 ± 160 MPa dengan koefisien variasi 1,31%, dan seluruh kebutuhan serta tujuan perancangan terpenuhi. Pada komposit, modulus lentur rata rata meningkat dari 2302,03 MPa pada 1% massa HA menjadi 2623.18 MPa pada 15% massa HA, sedangkan kekuatan lentur rata rata menurun dari 39,76 MPa menjadi 31,08 MPa, dengan koefisien variasi paling besar 2,0%, yang menegaskan bahwa mesin mampu membedakan perbedaan material pada komposit perancah yang menjadi target.
Perpustakaan Digital ITB