digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Dana Jaminan Sosial (DJS) BPJS Kesehatan menghadapi risiko asset-liability mismatch akibat ketidakselarasan jadwal jatuh tempo aset dan pola kewajiban klaim yang fluktuatif. Penelitian ini membangun kerangka optimisasi portofolio berbasis Liability-Driven Investment (LDI) dengan pendekatan Asset Liability Management (ALM) dua lapis dalam koridor PP No. 53 Tahun 2018. Lapisan pertama adalah model Strategic Asset Allocation (SAA) berupa program kuadratik multi-objektif dengan kendala duration matching, diselesaikan menggunakan SLSQP untuk beberapa skenario faktor pengali durasi ????. Evaluasi likuiditas menunjukkan bahwa hasil SAA masih menghasilkan kegagalan kas akibat timing mismatch, menegaskan bahwa optimisasi strategis saja tidak memadai. Lapisan kedua adalah dua varian model Tactical ALM berupa program linear: T1 menggunakan mekanisme repo SBN, sedangkan T2 menambahkan opsi penjualan dini deposito. Kedua model berhasil mengeliminasi seluruh kegagalan likuiditas dengan biaya taktis yang sangat kecil relatif terhadap skala dana yang dikelola. T2 unggul secara finansial dengan NAV akhir lebih tinggi, sementara T1 lebih sederhana secara operasional. Penelitian ini merekomendasikan penerapan kerangka ALM dua lapis dengan SAA sebagai alokasi strategis dikombinasikan dengan model taktis yang disesuaikan dengan kapasitas operasional pengelola.