digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Christian Noviandre
PUBLIC Open In Flipbook Esha Mustika Dewi

Peningkatan volume kargo global memicu kepadatan kritis operasional di Pelabuhan XX akibat lonjakan peti kemas yang tidak diimbangi perluasan fasilitas fisik. Kondisi Yard Occupancy Ratio (YOR) yang berpotensi melebihi ambang batas 85% ini berdampak pada inefisiensi alokasi ruang manual, tingginya pergerakan reshuffling tidak produktif, dan pembengkakan dwelling time hingga lebih dari enam hari. Keterbatasan kapasitas ini menuntut adanya strategi perencanaan tata letak yang presisi terhadap ketidakpastian operasional seperti pembatalan pesanan dan penerimaan kargo acak guna menjaga stabilitas rantai pasok dan kelancaran operasional pelabuhan. Penelitian ini merancang model optimisasi penempatan peti kemas ekspor untuk meminimalkan reshuffling, mengoptimalkan jarak tempuh armada truk internal, dan mengisolasi kargo berisiko tinggi secara simultan. Metodologi yang digunakan adalah pemodelan Mixed Integer Linear Programming (MILP) multi-objektif, yang diintegrasikan dengan algoritma Machine Learning berbasis Decision Tree Classifier sebagai mesin prediktif probabilitas anomali kargo (Ac). Parameter prediktif ini dimasukkan ke fungsi penalti MILP melalui mekanisme Big M constraint. Untuk mengatasi kompleksitas NP-Hard pada volume data riil yang besar, penyelesaian komputasi dieksekusi menggunakan pendekatan metaheuristik berbasis Algoritma Genetika (GA). Hasil eksperimen menunjukkan bahwa Decision Tree mampu mendeteksi kargo anomali dengan tingkat sensitivitas (recall) mencapai 84% pada ambang batas agresif 0,80. Evaluasi komputasional menunjukan GA berhasil melebihi metode eksak MILP pada skenario data skala penuh, mencetak tingkat keberhasilan layak (feasibility rate) 90% dengan optimality gap 0% yang identik dengan MILP dalam waktu yang efisien. Secara manajerial, model ini secara efektif memetakan tata letak spasial secara otomatis dan berhasil mengisolasi kargo anomali ke Blok Karantina. Implementasi pendekatan ini direkomendasikan sebagai solusi strategis pengganti alokasi manual untuk menekan pergerakan tidak produktif dan isolasi peti kemas yang berpotensi sebagai penghalang pada kondisi pelabuhan yang padat.