Peningkatan volume kargo global memicu kepadatan kritis operasional di
Pelabuhan XX akibat lonjakan peti kemas yang tidak diimbangi perluasan fasilitas
fisik. Kondisi Yard Occupancy Ratio (YOR) yang berpotensi melebihi ambang
batas 85% ini berdampak pada inefisiensi alokasi ruang manual, tingginya
pergerakan reshuffling tidak produktif, dan pembengkakan dwelling time hingga
lebih dari enam hari. Keterbatasan kapasitas ini menuntut adanya strategi
perencanaan tata letak yang presisi terhadap ketidakpastian operasional seperti
pembatalan pesanan dan penerimaan kargo acak guna menjaga stabilitas rantai
pasok dan kelancaran operasional pelabuhan.
Penelitian ini merancang model optimisasi penempatan peti kemas ekspor untuk
meminimalkan reshuffling, mengoptimalkan jarak tempuh armada truk internal,
dan mengisolasi kargo berisiko tinggi secara simultan. Metodologi yang digunakan
adalah pemodelan Mixed Integer Linear Programming (MILP) multi-objektif, yang
diintegrasikan dengan algoritma Machine Learning berbasis Decision Tree
Classifier sebagai mesin prediktif probabilitas anomali kargo (Ac). Parameter
prediktif ini dimasukkan ke fungsi penalti MILP melalui mekanisme Big M
constraint. Untuk mengatasi kompleksitas NP-Hard pada volume data riil yang
besar, penyelesaian komputasi dieksekusi menggunakan pendekatan metaheuristik
berbasis Algoritma Genetika (GA).
Hasil eksperimen menunjukkan bahwa Decision Tree mampu mendeteksi kargo
anomali dengan tingkat sensitivitas (recall) mencapai 84% pada ambang batas
agresif 0,80. Evaluasi komputasional menunjukan GA berhasil melebihi metode
eksak MILP pada skenario data skala penuh, mencetak tingkat keberhasilan layak
(feasibility rate) 90% dengan optimality gap 0% yang identik dengan MILP dalam
waktu yang efisien. Secara manajerial, model ini secara efektif memetakan tata
letak spasial secara otomatis dan berhasil mengisolasi kargo anomali ke Blok
Karantina. Implementasi pendekatan ini direkomendasikan sebagai solusi strategis
pengganti alokasi manual untuk menekan pergerakan tidak produktif dan isolasi
peti kemas yang berpotensi sebagai penghalang pada kondisi pelabuhan yang padat.
Perpustakaan Digital ITB