digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

abstrak_Yuba Felda Tustika [13322084]
Terbatas  Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan

COVER
Terbatas  Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB I
Terbatas  Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan

Bab II
Terbatas  Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan

Bab III
Terbatas  Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB IV
Terbatas  Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB V
Terbatas  Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan

DAFTAR PUSTAKA
Terbatas  Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan

LAMPIRAN
Terbatas  Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan

Kebutuhan hunian terjangkau dan rendah karbon mendorong penggunaan bangunan modular baja ringan, tetapi konduktivitas termal material dan paparan radiasi matahari pada iklim tropis dapat menurunkan kenyamanan termal. Rumah Reflektif Surya Indonesia (Raflesia) menggunakan selubung logam berlapis reflektif sebagai strategi pasif untuk mengurangi perolehan panas matahari. Penelitian ini mengevaluasi kinerja desain eksisting dan mengoptimalkan konfigurasi pasif empat model Rumah Raflesia berdasarkan solar gain, Percentage of Comfort Hours (PCH), Annual Sunlight Exposure (ASE), dan spatial Daylight Autonomy (sDA). Model digital dikembangkan dari data geometri, material, bukaan, kondisi operasional, serta pengukuran lapangan, kemudian divalidasi menggunakan Normalized Root Mean Square Error (NRMSE). Seluruh model memperoleh NRMSE di bawah batas 30%. Simulasi tahunan menggunakan data EnergyPlus Weather/Typical Meteorological Year Kota Lhokseumawe. Optimisasi dilakukan dengan Opossum berbasis RBFOpt selama 1.000 iterasi, dengan variasi parameter bukaan, operabilitas jendela, peneduh, dan kaca. Kandidat desain selanjutnya diperingkat menggunakan Multi-Criteria Decision Making melalui Weighted Sum Method dengan bobot sama untuk keempat metrik. Dibandingkan baseline, Rumah 1 menurunkan solar gain sebesar 69,4 hingga 74,7%, meningkatkan PCH sekitar 4,2 hingga 6,3 poin persentase, dan menurunkan ASE menjadi 0%, dengan sDA tetap 94 hingga 100%. Rumah 2 menunjukkan perbaikan simultan pada keempat metrik, sedangkan Rumah 3 dan Rumah 4 menunjukkan peningkatan sDA yang besar dan ASE mencapai 0%, tetapi disertai penurunan PCH. Hasil menunjukkan bahwa optimisasi desain pasif efektif memperbaiki kinerja termal dan pencahayaan alami, tetapi konfigurasi terbaik bergantung pada geometri dan orientasi bangunan serta melibatkan trade-off antar-metrik.