Peningkatan kebutuhan energi listrik di Sistem Interkoneksi Sumatera menuntut penyaluran daya yang lebih masif melalui ruas transmisi backbone. Namun, transfer daya tersebut terhambat oleh batasan operasi sistem berupa kejatuhan tegangan (New Aurduri-Peranap 500 kV), pembebanan lebih termal (Muara Enim-Gumawang 275 kV), dan instabilitas sudut rotor (Lubuk Linggau-Bangko 275 kV). Perancangan ini bertujuan mengoptimalkan batas transfer menggunakan metode Unit Commitment (UC), instalasi kompensator, penambahan pembangkit baru, serta kombinasi antara penambahan pembangkit dan UC. Berdasarkan simulasi komputasi, seluruh skenario berhasil merelaksasi batasan sistem sesuai Grid Code pada kondisi N-0 maupun N-1. Hasil analisis menunjukkan kompensator sebagai solusi paling unggul dalam menangani beban lebih termal dengan mendongkrak kapasitas batas transfer menjadi 804,10 MW. Sementara itu, kombinasi penambahan pembangkit dan UC sangat efektif mengatasi kejatuhan tegangan dengan peningkatan transfer hingga 406,62 MW, sekaligus memitigasi instabilitas sudut rotor dengan capaian 538,596 MW. Secara keseluruhan, kompensator dan kombinasi penambahan pembangkit beserta UC memberikan lonjakan Total Transfer Capability (TTC) paling optimal.
Perpustakaan Digital ITB