digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak - Daniel Febrian Parhusip
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

PT X mengelola jaringan rantai pasok hilir Liquefied Petroleum Gas (LPG) nasional melalui Terminal LPG (TLPG) milik dan TLPG kerja sama. Terminal kerja sama digunakan untuk memperluas kapasitas dan jangkauan jaringan, tetapi menimbulkan biaya handling & storage yang lebih tinggi. Rata-rata throughput fee terminal kerja sama mencapai USD 13,81/MT atau 272,61% lebih tinggi dibandingkan rata-rata cost per kilogram (CPK) handling & storage terminal milik. Kondisi tersebut menunjukkan adanya peluang efisiensi melalui evaluasi jaringan rantai pasok dan strategi kemitraan terminal. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan strategi kemitraan TLPG PT X dengan mempertimbangkan jaringan rantai pasok hilir LPG nasional agar diperoleh biaya rantai pasok minimum dengan tetap memenuhi permintaan LPG nasional. Penelitian dilakukan melalui tiga pemodelan yang terintegrasi. Penelitian dimulai dengan melakukan optimasi jaringan rantai pasok hilir LPG nasional menggunakan pendekatan Minimum Cost Flow Problem (MCFP) untuk menentukan konfigurasi jaringan rantai pasok nasional dan throughput optimal. Selanjutnya, dilakukan formulasi Cost per Kilogram Handling & Storage (CPK H&S) TLPG pada skenario akuisisi berdasarkan nilai saat ini dari throughput, nilai akuisisi, biaya rejuvenasi, nilai sisa aset, serta biaya operasional yang diestimasi menggunakan regresi linier majemuk. Hasil kedua pemodelan tersebut kemudian menjadi masukan dalam model Mixed Integer Linear Programming (MILP) untuk menentukan keputusan kemitraan, alokasi throughput, serta kebutuhan investasi setiap terminal setiap tahun selama horizon perencanaan. Hasil optimasi jaringan rantai pasok menghasilkan penghematan biaya rantai pasok sebesar 25,76% per tahun dengan penghematan terbesar pada komponen H&S 57,98%. Formulasi CPK H&S Akuisisi menunjukkan bahwa efisiensi biaya pascaakuisisi tidak hanya dipengaruhi oleh nilai investasi, tetapi juga kemampuan throughput dalam menyerap biaya operasional. Optimasi strategi kemitraan merekomendasikan akuisisi TLPG Tanjung Mas, Depot LPG Lombok, TLPG Maspion, dan TLPG Banyuwangi, serta melanjutkan kerja sama dengan TLPG PEL Semarang dan TLPG Rembang. Keputusan tersebut menurunkan biaya H&S gabungan sebesar 39,00% dibandingkan skenario tanpa akuisisi.